Ecozone

Strategi Akasha Wira International Perluas Pasar Melalui Bisnis Gummy

24
×

Strategi Akasha Wira International Perluas Pasar Melalui Bisnis Gummy

Sebarkan artikel ini
bd8bb1c4e5382b4a232b20bf84a88302.jpg
bd8bb1c4e5382b4a232b20bf84a88302.jpg

Jakarta – PT Akasha Wira International Tbk (ADES) kini tengah memacu langkah diversifikasi bisnis dengan memperkuat penetrasi di industri kembang gula. Perusahaan berencana melakukan transisi dari penggunaan jasa pihak ketiga menjadi produsen mandiri untuk produk permen gummy.

Presiden Direktur ADES, Fany Soegiarto, menyampaikan bahwa perseroan tengah merampungkan pembangunan fasilitas produksi baru yang diproyeksikan mulai beroperasi pada kuartal III-2026. Langkah strategis ini diambil untuk mendukung pengembangan lini bisnis kembang gula berbasis non-cokelat, dengan fokus utama pada konsep indulgent gummy.

Saat ini, ADES memang telah merambah segmen tersebut melalui produk Gummy Yogurt dengan merek Wonhae. Namun, produksi produk tersebut masih mengandalkan pihak ketiga atau maklon. Kehadiran pabrik baru akan mengubah posisi ADES menjadi produsen langsung.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, perseroan telah mengalokasikan investasi sebesar Rp 46,2 miliar yang bersumber dari kas internal. Dana tersebut digunakan untuk akuisisi lahan, bangunan, serta pengadaan mesin pendukung. Manajemen memperkirakan periode pengembalian modal atau payback period dari investasi ini berlangsung selama 1 tahun 9 bulan.

Fany menambahkan, target utama pemasaran produk gummy hasil produksi internal adalah pasar domestik dengan rentang usia konsumen 6 hingga 35 tahun. Kendati demikian, perseroan tetap membuka peluang ekspor guna memperluas pangsa pasar dan memacu pertumbuhan penjualan jangka panjang.

Dalam hal distribusi, ADES akan mengoptimalkan jaringan pemasaran yang sudah ada, baik melalui jalur perdagangan modern, perdagangan tradisional, maupun distributor. Selain fokus pada produk gummy, perseroan juga terus melakukan ekspansi di segmen kecantikan dan perawatan tubuh dengan meluncurkan merek baru seperti Barber Daily dan Inoskin.

Kinerja keuangan ADES tercatat menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, penjualan bersih perseroan melonjak 65,5 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp 942 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 568 miliar.

Peningkatan penjualan tersebut turut mengerek laba periode berjalan pada kuartal I-2026 menjadi Rp 256 miliar, atau tumbuh 74,5 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang tercatat sebesar Rp 146 miliar. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari implementasi program transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan pada aspek bisnis, operasional, dan organisasi.

Sepanjang tahun 2025, ADES membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,7 triliun, naik 39,4 persen dari Rp 1,9 triliun pada 2024. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meningkat 40,6 persen menjadi Rp 741,6 miliar dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 527,4 miliar.

Segmen makanan dan minuman menyumbang 50,4 persen terhadap total penjualan dengan nilai Rp 1,37 triliun. Sementara itu, segmen kosmetika mencatat pertumbuhan sebesar 63,7 persen menjadi Rp 1,35 triliun, dengan kontribusi mencapai 49,6 persen terhadap pendapatan total perusahaan.

Ke depan, manajemen ADES berencana menambah varian produk baru untuk kategori parfum, pasta gigi, serta produk kosmetika lainnya. Peluncuran produk baru dinilai sebagai langkah krusial dalam memperkuat daya saing perseroan di tengah ketatnya persaingan usaha saat ini.

fd9c9a437e9a7a6c7115f985bf0836fb.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index. Tak hanya itu, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) juga dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Micro Cap Index FTSE Russel mengatakan, kebijakan itu akan efektif pada 22 Juni 2026 dikarenakan saham tersebut tercatat di Papan…

e8d447211ae8e273bc52549454a1c297.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang resmi disahkan dinilai menjadi angin segar bagi industri kripto. Revisi UU P2SK ini memuat 17 pokok materi pengaturan yang menjadi fokus perubahan, termasuk penguatan industri kripto. Salah satu pedagang aset keuangan digital, Bittime, menyambut baik revisi UU P2SK ini sebagai langkah penting dalam memperkuat industri keuangan nasional,…

465cbbf2ad8b3280036a417fa7aae692.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Jumat (19/6/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.673.000 per gram. Harga emas Antam turun sebesar Rp 30.000 per gram jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (18/6/2026) yang berada di level Rp 2.703.000 per gram. Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (12/6): Naik Rp…

7aa57aaa6c45db8706865aeb132f0d77.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah pasar yang masih rawan volatilitas dan ketidakpastian, saham-saham Danantara tercatat menjadi salah satu penopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meski secara year to date (ytd) masih berada di zona koreksi. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX BUMN20 yang berisi 20 saham Danantara melemah 15,02% ytd sejak awal tahun hingga Kamis (18/6) ke level 323,819. Namun, penurunan ini masih lebih baik…

1245e2ac38b926bf8bf1ce396121cba9.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Investor yang ingin memperoleh dividen tunai masih memiliki kesempatan membeli sejumlah saham yang cum date di pasar reguler dan negosiasi pada Jumat, 19 Juni 2026. Berdasarkan jadwal di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat delapan emiten yang memasuki cum date hari ini. Agar berhak menerima dividen, investor harus memiliki saham tersebut paling lambat pada tanggal cum dividen. Selanjutnya, saham akan memasuki ex date…