Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja negatif pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini terpantau melemah selama dua hari berturut-turut menjelang pengumuman peninjauan kembali atau rebalancing MSCI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dihimpun melalui RTI Business, IHSG ditutup terkoreksi 0,77 persen atau tergerus 48,4 poin ke level 6.172,34. Sepanjang sesi perdagangan kemarin, IHSG terus bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan antara level terendah 6.073,72 hingga level tertinggi 6.197.
Tekanan jual yang cukup masif terlihat dari data perdagangan harian. Tercatat sebanyak 419 saham mengalami pelemahan yang menjadi pemberat utama indeks. Sementara itu, saham yang berhasil menguat berjumlah 258 emiten, dan 137 saham lainnya ditutup stagnan.
Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 25,70 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 17,97 triliun.
Selain pelemahan indeks, aksi jual oleh investor asing juga mewarnai pasar modal Indonesia. Investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 111,56 miliar di seluruh pasar.
Sentimen pasar diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan akan terbatas seiring dengan sikap investor yang masih menantikan hasil review MSCI serta mencermati dampak dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate.
Sebelumnya, pada sesi pertama perdagangan Kamis (18/6), IHSG sempat mengalami tekanan lebih dalam dengan penurunan sebesar 1,06 persen ke level 6.154,9. Beberapa saham yang masuk dalam daftar top losers pada sesi tersebut di antaranya adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Aksi lepas saham oleh investor asing mendominasi sepuluh emiten dengan nilai jual bersih terbesar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai mencapai Rp 557,26 miliar.
Di posisi kedua, terdapat PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 98,87 miliar, disusul oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 84,98 miliar.
Selanjutnya, investor asing juga mencatatkan net sell pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 62,59 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 59,85 miliar.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatatkan net sell asing sebesar Rp 50,37 miliar. Kemudian diikuti oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp 48,52 miliar dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebesar Rp 46,87 miliar.
Melengkapi daftar sepuluh besar saham dengan nilai jual bersih asing terbanyak, terdapat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp 40,23 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai Rp 38,85 miliar.







