Ecozone

Harga Minyak Anjlok 5 Persen, Pasar Optimistis Selat Hormuz Segera Dibuka

43
×

Harga Minyak Anjlok 5 Persen, Pasar Optimistis Selat Hormuz Segera Dibuka

Sebarkan artikel ini
002e0950eefc5438da0f58d1021e7c4f.jpg
002e0950eefc5438da0f58d1021e7c4f.jpg

New York – Harga minyak dunia mencatatkan penurunan tajam pada perdagangan Selasa (16/6/2026), mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh munculnya harapan akan tercapainya kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, yang sekaligus berpotensi membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Minyak mentah Brent ditutup merosot sebesar US 4,21 atau 5,1 persen ke posisi US 78,96 per barel. Tren serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat yang turun US 4,70 atau 5,8 persen menjadi US 76,05 per barel. Penurunan ini memperpanjang tren negatif dari hari sebelumnya dan membawa harga ke titik terendah sejak awal Maret.

Sentimen pelaku pasar membaik seiring dengan terungkapnya rincian kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Perjanjian tersebut dikabarkan akan memperpanjang gencatan senjata yang sempat diumumkan pada April lalu selama 60 hari ke depan. Selain itu, kesepakatan tersebut mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik hambatan utama distribusi energi global.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa kesepakatan tersebut memungkinkan Iran untuk kembali melakukan ekspor minyak setelah dokumen kerja sama ditandatangani. Prospek bertambahnya pasokan dari Iran membuat para pelaku pasar mengantisipasi berkurangnya risiko gangguan suplai energi secara signifikan.

Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, menyebut bahwa pasar minyak merespons dengan cepat karena adanya asumsi kuat bahwa Selat Hormuz akan segera beroperasi normal kembali. Sebelum konflik pecah, jalur tersebut menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga normalisasinya memiliki dampak langsung terhadap ekspektasi harga energi global.

Meskipun demikian, sejumlah analis memperingatkan bahwa optimisme pasar mungkin terlalu dini. Pemulihan aktivitas pelayaran dan ekspor energi diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan. Selain itu, terdapat tantangan negosiasi yang kompleks terkait isu kompensasi finansial, sanksi ekonomi, hingga penyelesaian program nuklir Iran.

Meredanya kekhawatiran geopolitik mendorong sejumlah bank investasi global seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Citi untuk memangkas proyeksi harga minyak mereka. Tekanan fundamental juga muncul dari perlambatan ekonomi China. Aktivitas pengolahan minyak mentah di negara tersebut pada Mei tercatat turun 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi angka terendah dalam hampir empat tahun terakhir.

Sentimen negatif lainnya datang dari prospek suku bunga global yang tetap tinggi. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di Amerika Serikat sepanjang 2026, sementara Bank of Japan baru saja menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Suku bunga yang tinggi berisiko menekan aktivitas ekonomi dan konsumsi energi global.

Pasar kini juga mencermati peluang perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Jika konflik tersebut mereda dan sanksi terhadap Rusia dicabut, pasokan minyak dari produsen besar tersebut berpotensi meningkat dan memberikan tekanan tambahan pada harga. Sementara itu, pelaku pasar sedang menanti data persediaan minyak mentah Amerika Serikat, dengan proyeksi penurunan stok sekitar 4,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 12 Juni. Jika terealisasi, ini akan menjadi penurunan persediaan selama delapan pekan berturut-turut.

bd8bb1c4e5382b4a232b20bf84a88302.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memperluas lini bisnisnya dengan masuk lebih dalam ke pasar permen gummy. ADES menargetkan produksi produk gummy secara mandiri mulai berjalan pada kuartal III-2026 seiring rampungnya pembangunan pabrik baru. Ekspansi usaha baru yang akan dilakukan oleh ADES yaitu dengan merambah ke bidang industri kembang gula, yang mencakup usaha pembuatan berbagai jenis kembang gula berbahan…

e8d447211ae8e273bc52549454a1c297.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang resmi disahkan dinilai menjadi angin segar bagi industri kripto. Revisi UU P2SK ini memuat 17 pokok materi pengaturan yang menjadi fokus perubahan, termasuk penguatan industri kripto. Salah satu pedagang aset keuangan digital, Bittime, menyambut baik revisi UU P2SK ini sebagai langkah penting dalam memperkuat industri keuangan nasional,…

465cbbf2ad8b3280036a417fa7aae692.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Jumat (19/6/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.673.000 per gram. Harga emas Antam turun sebesar Rp 30.000 per gram jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (18/6/2026) yang berada di level Rp 2.703.000 per gram. Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (12/6): Naik Rp…

7aa57aaa6c45db8706865aeb132f0d77.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah pasar yang masih rawan volatilitas dan ketidakpastian, saham-saham Danantara tercatat menjadi salah satu penopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meski secara year to date (ytd) masih berada di zona koreksi. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX BUMN20 yang berisi 20 saham Danantara melemah 15,02% ytd sejak awal tahun hingga Kamis (18/6) ke level 323,819. Namun, penurunan ini masih lebih baik…

1245e2ac38b926bf8bf1ce396121cba9.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Investor yang ingin memperoleh dividen tunai masih memiliki kesempatan membeli sejumlah saham yang cum date di pasar reguler dan negosiasi pada Jumat, 19 Juni 2026. Berdasarkan jadwal di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat delapan emiten yang memasuki cum date hari ini. Agar berhak menerima dividen, investor harus memiliki saham tersebut paling lambat pada tanggal cum dividen. Selanjutnya, saham akan memasuki ex date…