Ecozone

IHSG Melesat 4,12 Persen, Investor Asing Borong Saham di Awal Pekan

21
×

IHSG Melesat 4,12 Persen, Investor Asing Borong Saham di Awal Pekan

Sebarkan artikel ini
159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (15/6/2026). Kenaikan indeks didorong oleh sentimen positif global, terutama meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis melalui RTI, IHSG ditutup melesat sebesar 4,12 persen atau bertambah 247 poin. Indeks ditutup pada level 6.254,96 setelah sepanjang hari konsisten bergerak di zona hijau.

Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 6.118. Sementara itu, level tertinggi yang berhasil dicapai indeks berada di angka 6.345.

Aktivitas perdagangan di bursa domestik tercatat sangat ramai dengan total volume mencapai 54,61 miliar saham. Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai Rp 30,14 triliun.

Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung sangat positif. Sebanyak 603 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 125 saham mengalami koreksi, dan 90 saham lainnya bergerak stagnan.

Meskipun indeks mencatatkan kenaikan tajam, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau net sell. Nilai jual bersih asing di seluruh pasar tercatat sebesar Rp 105,86 miliar.

Kendati demikian, di tengah tren kenaikan indeks tersebut, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Beberapa saham emiten perbankan dan sektor energi menjadi sasaran utama pembelian asing.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net buy terbesar oleh investor asing pada perdagangan Senin (15/6/2026):

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy sebesar Rp 543,09 miliar. Selanjutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan net buy senilai Rp 396,1 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan nilai net buy Rp 204,84 miliar. Di posisi keempat, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy sebesar Rp 162,72 miliar.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan net buy senilai Rp 90,63 miliar. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan net buy sebesar Rp 43,49 miliar.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan net buy sebesar Rp 41,26 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan net buy sebesar Rp 38,32 miliar.

Daftar tersebut dilengkapi oleh PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai net buy sebesar Rp 26,75 miliar. Terakhir, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net buy sebesar Rp 26,0 miliar.

Kinerja pasar modal domestik yang ditopang oleh sentimen eksternal ini menunjukkan respons pasar yang cukup optimis terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah. Reli ini sekaligus mengonfirmasi daya tarik saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia bagi para pelaku pasar di tengah fluktuasi indeks yang terjadi di awal pekan.

467266c0618ec330cdefcc91b13ea812.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sucor Sekuritas menilai peluang penguatan pasar saham Indonesia masih terbuka meski dibayangi berbagai sentimen negatif, mulai dari ketidakpastian global hingga kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi domestik. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan diproyeksikan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level 6.700 dalam beberapa bulan mendatang. Senior Technical, Analyst Sucor Sekuritas Reyhan…

5840e3d34d63a6635ba462c8c0e8a519.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Harga minyak dunia jatuh hampir 5% pada perdagangan Senin (15/6/2026) dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Pasar merespons positif kabar tersebut karena kesepakatan itu juga mencakup rencana pembukaan…

ce2fa5955780b3554be85f52354746bd.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Porsi saham publik (free float) PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) meningkat menjadi 25,7% setelah SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC) menyesuaikan kepemilikan sahamnya sebagai bagian dari strategi pengurangan utang (deleveraging) perusahaan induk. Analis Verdhana Sekuritas, Nizam Syafik, menilai kenaikan free float tersebut menjadi sentimen positif karena meningkatkan likuiditas saham TPIA dan memperluas akses…