Jakarta – Komisi XII DPR RI secara resmi menyetujui usulan pagu indikatif anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp 27,33 triliun. Persetujuan ini dicapai dalam Rapat Kerja penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) yang berlangsung di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa total anggaran tersebut mencakup alokasi untuk berbagai unit eselon I di lingkungan Kementerian ESDM. Selain itu, porsi terbesar dari anggaran ini akan difokuskan pada belanja program strategis infrastruktur yang mencapai Rp 22,48 triliun, serta alokasi minimal untuk sektor pendidikan sebesar Rp 165,1 miliar.
Dalam rapat tersebut, Yuliot merinci distribusi anggaran untuk masing-masing unit kerja. Sekretariat Jenderal mendapatkan alokasi Rp 532,5 miliar, Inspektorat Jenderal Rp 104,46 miliar, Ditjen Minyak dan Gas Bumi Rp 11,32 triliun, serta Ditjen Ketenagalistrikan sebesar Rp 10,46 triliun.
Alokasi lainnya mencakup Ditjen Mineral dan Batubara sebesar Rp 702,53 miliar, Dewan Energi Nasional sebesar Rp 78,6 miliar, Ditjen Penegakan Hukum ESDM sebesar Rp 86,38 miliar, dan BPSDM ESDM sebesar Rp 881,43 miliar. Badan Geologi mendapatkan jatah Rp 749,49 miliar, BPH Migas Rp 274,43 miliar, Ditjen EBTKE sebesar Rp 1,813 triliun, serta BPMA sebesar Rp 105,31 miliar.
Terkait belanja program strategis infrastruktur, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun rencana prioritas. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei dengan anggaran Rp 3,94 triliun dan jaringan gas rumah tangga untuk 959.232 sambungan dengan total Rp 5,212 triliun.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur listrik desa di 3.054 lokasi senilai Rp 9,74 triliun. Selain itu, terdapat pula proyek pipa transmisi gas Semarang-Solo Yogyakarta sebesar Rp 702,38 miliar dan pipa transmisi gas Cirebon-Bandung sebesar Rp 577,56 miliar.
Program efisiensi energi dan transisi energi juga menjadi bagian dari rencana strategis ini. Yuliot menyebutkan alokasi untuk program konversi motor listrik sebesar Rp 635,54 miliar, konversi kompor listrik sebesar Rp 815,56 miliar, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan nilai Rp 58,58 miliar.
Selain itu, terdapat anggaran untuk pengadaan konverter kit bagi petani sebesar Rp 158,5 miliar, pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebanyak 250.000 titik senilai Rp 520 miliar, serta pembangunan satu unit kapal bio maritime dengan nilai Rp 100,86 miliar.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya yang memimpin rapat tersebut kemudian meminta persetujuan dari seluruh anggota yang hadir. Seluruh anggota rapat menyatakan setuju atas pagu anggaran yang diajukan oleh Kementerian ESDM tersebut.
Persetujuan tersebut dikukuhkan dengan ketukan palu oleh Bambang. Komisi XII DPR RI secara resmi menyetujui pagu indikatif Kementerian ESDM RI tahun anggaran 2027 sebesar Rp 27.335.640.478.







