Berita

NASA Pilih Empat Astronaut untuk Uji Coba Misi Artemis III

13
×

NASA Pilih Empat Astronaut untuk Uji Coba Misi Artemis III

Sebarkan artikel ini
daftar-4-astronaut-yang-bakal-terbang-dalam-misi-artemis-iii
daftar 4 astronaut yang bakal terbang dalam misi artemis iii

Jakarta – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi mengumumkan empat astronaut yang akan mengemban misi Artemis III. Misi penerbangan luar angkasa selama dua pekan ini dijadwalkan meluncur paling lambat pada akhir 2027 mendatang.

Randy Bresnik dipercaya memimpin misi ini sebagai komandan. Ia akan didampingi oleh Frank Rubio dan Andre Douglas yang bertugas sebagai spesialis misi. Sementara itu, satu kursi pilot akan diisi oleh Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA).

Misi Artemis III dipandang sebagai langkah krusial sebelum umat manusia kembali menapakkan kaki di Bulan. Fokus utama misi ini adalah melakukan pengujian proses docking atau penambatan antara pesawat ruang angkasa Orion dengan lunar lander di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO).

Randy Bresnik mengaku merasa terhormat terpilih sebagai bagian dari awak misi Artemis III. Ia menyebut penugasan ini sebagai penghubung strategis yang vital guna menyambungkan misi Artemis II dan Artemis IV.

Para astronaut nantinya akan meluncur dari Florida dengan menggunakan kapsul Orion. Wahana tersebut merupakan perangkat yang sama dan telah berhasil melintasi Bulan pada April lalu dalam misi Artemis II.

Dalam teknis pelaksanaannya, setidaknya satu sistem pendarat Bulan akan diluncurkan secara terpisah. Hingga saat ini, NASA belum memutuskan apakah pendarat yang akan digunakan berasal dari Starship milik SpaceX, Blue Moon milik Blue Origin, atau kombinasi dari keduanya.

Sesampainya di orbit rendah Bumi, pendarat tersebut dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Orion agar para astronaut dapat berpindah ke wahana pendarat.

Manajer Program Artemis, Jeremy Parsons, menjelaskan bahwa Orion akan terlebih dahulu bertambat dengan Blue Moon selama dua hari. Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi sistem pendukung kehidupan di orbit.

Parsons menambahkan, setelah itu, Orion akan melakukan penambatan dengan Starship milik SpaceX selama satu hari.

Ia menegaskan, dalam tahap tersebut kru tidak akan memasuki kabin SpaceX karena sistem pendukung kehidupan di wahana itu masih dalam tahap pengembangan.

Di sisi lain, komposisi kru yang seluruhnya diisi oleh pria sempat menarik perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, pihak NASA menegaskan bahwa penentuan penugasan didasarkan sepenuhnya pada kebutuhan misi.

Faktor yang menjadi pertimbangan utama mencakup linimasa pelatihan, ketersediaan astronaut, serta keahlian teknis spesifik yang dibutuhkan untuk profil misi tersebut.

Seluruh kru yang terpilih memang memiliki latar belakang kuat di bidang rekayasa teknik dan pilot penguji. Randy Bresnik, misalnya, merupakan veteran penerbangan pesawat ulang-alik dan kapsul Soyuz.

Rekan setimnya, Frank Rubio, memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh astronaut Amerika Serikat setelah menghabiskan 370 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sementara itu, Luca Parmitano dari ESA memiliki rekam jejak memimpin ISS dan telah melakukan enam kali kegiatan berjalan di ruang angkasa (spacewalk). Adapun Andre Douglas, yang direkrut pada 2021, sebelumnya pernah bertugas sebagai kru cadangan untuk misi Artemis II.

Rangkaian misi ini nantinya akan diakhiri dengan pendaratan kembali di Samudra Pasifik setelah seluruh pengujian penambatan di orbit selesai. Saat ini, para astronaut memiliki waktu sekitar satu tahun untuk menjalani pelatihan intensif sebelum jadwal peluncuran tiba.