Ecozone

Harga Emas Stabil, Investor Wajib Pantau Inflasi AS dan Timur Tengah

41
×

Harga Emas Stabil, Investor Wajib Pantau Inflasi AS dan Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
e8b2448ba00d1d24e4f438af4b7a5ffa.jpg
e8b2448ba00d1d24e4f438af4b7a5ffa.jpg

Jakarta – Harga emas dunia terpantau bergerak stabil pada perdagangan Selasa (9/6/2026), meski dinamika geopolitik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda. Berdasarkan data pasar terkini, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1 persen ke level US$4.333,91 per troy ounce. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp18.150 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan kisaran Rp78,65 juta per troy ounce.

Pergerakan harga logam mulia ini cenderung terbatas setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada sesi perdagangan sebelumnya. Analis pasar menilai bahwa meskipun ketegangan antara Iran dan Israel mulai berkurang berkat upaya mediasi Amerika Serikat, para investor masih bersikap hati-hati. Situasi yang belum sepenuhnya stabil di Timur Tengah membuat sebagian pelaku pasar tetap mempertahankan emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven.

Namun, meredanya eskalasi konflik secara otomatis mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa harga emas belum mampu mencatatkan penguatan yang signifikan. Fokus para pelaku pasar kini bergeser dari isu geopolitik menuju indikator ekonomi makro, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pasar saat ini tengah menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat. Data ini dipandang krusial sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, ke depannya. Jika angka inflasi tetap tinggi, potensi suku bunga bertahan di level tinggi dalam durasi yang lebih lama kian terbuka lebar.

Kondisi tersebut memberikan tekanan tersendiri bagi harga emas karena kenaikan suku bunga biasanya akan meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat posisi dolar Amerika Serikat. Bagi investor, memegang emas menjadi kurang menarik saat suku bunga tinggi karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Goldman Sachs dalam laporannya bahkan mengestimasi The Fed kemungkinan akan mempertahankan tingkat suku bunga saat ini hingga tahun 2026 dan baru akan mempertimbangkan langkah pemangkasan pada 2027.

Di sisi lain, posisi emas sebagai aset strategis untuk diversifikasi portofolio masih cukup solid. Permintaan yang konsisten dari bank sentral di berbagai negara, ditambah dengan risiko perlambatan ekonomi global, menjadi faktor penopang harga di tengah ketidakpastian. Secara keseluruhan, harga emas saat ini berada dalam fase konsolidasi. Ruang kenaikan harga dalam jangka pendek sangat bergantung pada dinamika data inflasi, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta pergerakan imbal hasil obligasi. Investor kini disarankan untuk mencermati sinyal kebijakan moneter yang akan dikeluarkan The Fed sebagai penentu arah pergerakan harga emas selanjutnya.

6ed722988f36662afb75555cac3fdc25.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Sejumlah emiten akan memasuki masa cum dividen pada perdagangan 10 Juni 2026. Investor yang ingin berburu dividen masih memiliki kesempatan untuk membeli saham sebelum tanggal cum dividen guna memperoleh hak atas pembagian dividen tunai. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat tujuh emiten yang akan memasuki jadwal cum dividen pada 10 Juni 2026, yakni PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Estee Gold Feet…

df6c7a979f35ea6a6b4e237af2a5679f.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – Pada Selasa (9/6/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 per gram. Harga emas saat ini berada di level Rp 2.733.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya di Rp 2.743.000 per gram. Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia juga turun Rp 13.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.540.000 per gram menjadi Rp 2.527.000 per gram. Berdasarkan hitungan…

7f804debfca5d5f0a7144e0da5d4d011.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026), didorong kenaikan saham-saham teknologi untuk hari kedua berturut-turut setelah mengalami tekanan pada pekan lalu. Sentimen pasar juga membaik seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah. Saham produsen chip seperti Intel, Broadcom, dan Micron Technology mencatat kenaikan antara 1,5% hingga 3,2%. Sementara itu, saham Applied Digital…

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada perdagangan hari kedua pekan ini setelah ambruk selama empat hari berturut-turut. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melesat 7,57% ke level 5.746,64 saat perdagangan ditutup, Selasa (9/6/2026). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona hijau dengan level terendah 5.318 dan tertinggi 5.746. Baca Juga: Intip Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Merosot…

10d9a464aecb289ff1ab37170363a904.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.Transformasi digital di sektor korporasi semakin bergeser dari sekadar adopsi teknologi menuju pemanfaatan data dan kecerdasan buatan alias artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi. Di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data, perusahaan teknologi dan telekomunikasi berlomba menghadirkan solusi digital yang lebih relevan bagi kebutuhan industri. Potensi pasar…