Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan tingkat penggunaan transportasi umum di ibu kota menembus angka 30 persen pada 2027. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng pihak swasta guna mengubah kebiasaan masyarakat yang masih dominan menggunakan kendaraan pribadi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kerja sama dengan PT Astra International melalui kampanye Ayo Naik Transum di Jakarta menjadi langkah strategis untuk menekan angka kemacetan. Ia berharap keterlibatan perusahaan besar dapat memicu perusahaan lain untuk ikut mendorong karyawannya beralih ke moda transportasi massal.
Saat ini, tercatat sekitar 4 juta orang di Jakarta masih mengandalkan kendaraan pribadi setiap harinya. Padahal, konektivitas transportasi umum di ibu kota sudah mencapai 93 persen. Namun, realitas di lapangan menunjukkan jumlah pengguna transportasi publik masih berada di bawah 30 persen.
Pramono optimistis target tersebut dapat tercapai lebih cepat jika masyarakat mulai membudayakan penggunaan MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan Transjabodetabek. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat layanan tersebut agar warga merasa lebih nyaman dan terbantu dalam mobilitas sehari-hari.
Menurut Pramono, peralihan moda transportasi ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan. Perubahan perilaku masyarakat dalam bertransportasi diyakini mampu menekan tingkat polusi udara, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas kesehatan warga Jakarta secara menyeluruh.







