Jakarta – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,225 triliun dengan margin EBITDA 69,49 persen pada tahun 2026. Proyeksi tersebut didukung oleh pengalokasian belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 239 miliar yang difokuskan pada perluasan infrastruktur telekomunikasi.
Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra, Lily Hidayat, mengatakan perseroan akan menambah 62 unit micro cell pole (MCP), 500 titik VSAT RTGS, serta 20.000 home-passed baru. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.
“Pada 2026, kami akan fokus pada pemasaran yang lebih intensif, optimalisasi lokasi menara, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan ekspansi home-passed,” ujar Lily dalam paparan publik, Jumat (5/6).
Selain penambahan kapasitas, manajemen juga berkomitmen melanjutkan pembangunan menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik di berbagai lokasi strategis. Perusahaan juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur MCP dalam mendukung digitalisasi kota.
Rencana ekspansi ini melanjutkan kinerja positif perusahaan sepanjang 2025. Hingga akhir tahun lalu, BALI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,239 triliun, tumbuh 18,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan EBITDA sebesar Rp 834 miliar atau margin 67 persen.
Per akhir 2025, perusahaan mengelola 3.762 site menara dengan 1.899 penyewa. Di segmen FTTX, jumlah home-passed tercatat mencapai 274.311 unit dengan total 59.956 pelanggan residensial dan 1.452 pelanggan korporasi. Selain itu, terdapat 6.282 titik VSAT RTGS yang telah beroperasi.
Upaya memperkuat ekosistem bisnis juga ditandai dengan pendirian PT Paramitra Teknologi Pintar dan akuisisi PT Jelajah Data Semesta yang dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2025.







