Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan total dividen sebesar Rp7,63 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyepakati nilai dividen sebesar Rp201 per lembar saham.
Besaran dividen tersebut setara dengan 100 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang 2025. Dividen ini mencakup dividen interim sebesar Rp87 per lembar saham atau senilai Rp3,30 triliun yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 30 Desember 2025 lalu.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyatakan bahwa kebijakan pembayaran dividen penuh ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Langkah ini juga mencerminkan disiplin pengelolaan alokasi modal serta kepercayaan manajemen terhadap ketahanan operasional perseroan.
Kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2025 mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun, angka yang tidak termasuk kontribusi dari unit bisnis es krim dan teh SariWangi. Perseroan berhasil menjaga posisi keuangan yang solid dengan mencatat arus kas bebas (free cash flow) sebesar Rp4,9 triliun atau 1,7 kali lipat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan posisi tanpa utang.
Terkait margin laba bruto, perusahaan membukukan angka 46,9 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 60 basis poin yang dipengaruhi oleh biaya transformasi bisnis. Namun, jika biaya transformasi dikecualikan, margin laba bruto justru mencatatkan kenaikan sebesar 46 basis poin.
Benjie menegaskan bahwa pihaknya akan tetap fokus memperkuat fundamental bisnis untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan strategi jangka panjang dinilai sebagai fondasi utama untuk tetap kompetitif di pasar.







