Ecozone

Pasar Saham dan Kripto Kian Menyatu, Tren Tokenisasi Aset Menguat

24
×

Pasar Saham dan Kripto Kian Menyatu, Tren Tokenisasi Aset Menguat

Sebarkan artikel ini
7eb72631b868b80332229c3cf8db2678.jpg
7eb72631b868b80332229c3cf8db2678.jpg

Jakarta – Industri keuangan global kini tengah menyaksikan peleburan batas antara pasar saham konvensional dengan ekosistem aset digital melalui tren tokenisasi. Teknologi blockchain memungkinkan aset dunia nyata, seperti saham perusahaan besar, dikonversi menjadi token digital yang dapat diperdagangkan secara global dengan efisiensi lebih tinggi.

Sejalan dengan tren tersebut, platform kripto Bitget resmi menghadirkan layanan Stocks 2.0. Produk ini memungkinkan investor memperdagangkan saham-saham perusahaan Amerika Serikat menggunakan stablecoin, dengan sistem yang secara otomatis mencerminkan aksi korporasi seperti pembagian dividen maupun pemecahan saham (stock split) kepada pemilik token.

CEO Bitget, Gracy Chen, menyatakan bahwa ekuitas yang ditokenisasi menjadi jembatan krusial yang menghubungkan pasar kripto dengan pasar modal global. Menurutnya, inovasi ini menjawab kebutuhan investor akan akses instrumen keuangan lintas negara yang lebih praktis dan transparan.

Saat ini, layanan tersebut telah mencakup puluhan saham dan dana investasi (ETF) terkemuka, seperti Apple, Amazon, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, hingga Microsoft. Langkah ini mempertegas upaya integrasi antara aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dengan dunia aset digital.

Di luar saham, tren tokenisasi kini merambah ke berbagai instrumen lain, mulai dari obligasi, properti, hingga instrumen pasar uang. Lembaga keuangan global melihat fenomena ini sebagai area pertumbuhan baru yang mampu mendobrak batasan geografis dalam transaksi keuangan tradisional.

Kendati menawarkan efisiensi tinggi, para pelaku industri mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Isu mengenai kepastian regulasi, standar transparansi, tata kelola aset dasar, serta perlindungan investor menjadi poin krusial yang akan menentukan keberlanjutan adopsi teknologi ini di masa depan.

Terlepas dari tantangan regulasi, minat pasar terhadap instrumen berbasis token terus menunjukkan tren positif. Integrasi teknologi blockchain dianggap mampu menawarkan kecepatan dan aksesibilitas yang selama ini menjadi kendala dalam mekanisme perdagangan saham konvensional. Masa depan investasi kini mulai mengarah pada ekosistem tunggal yang menyatukan kekuatan pasar modal dengan fleksibilitas aset digital.

446b0adeec150b3f3584f02bedaefa3b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan hari Kamis (4/6/2026) seturut dengan pelemahan rupiah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 1,70% atau terpangkas 101,28 poin ke level 5.839,78 pada penutupan perdagangan. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.644 dan level tertinggi 5.924. Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Selasa…

450efe4b228693bd47da370d237f61fc.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Sejumlah emiten BUMN Karya tampak berbenah kala hilal merger perusahaan pelat merah mulai terlihat. Terbaru, Danantara kini memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memperjelas hubungan kelembagaan dengan regulator BUMN, serta membuka peluang pembentukan lebih dari satu holding investasi maupun holding operasional. Hal itu kini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19…

dcac9f132923876f879b3cae675f2e0f.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membidik pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi hingga akhir tahun 2026 dengan tetap menjaga volume penjualan dan tingkat penetrasi produk. Sayangnya, UNVR tidak membeberkan secara rinci nilai target kinerja keuangan hingga tutup akhir tahun 2026. Yang jelas, UNVR tetap memperkirakan adanya peningkatan margin secara moderat untuk sepanjang…