BeritaPemerintahan

Perpusnas Dorong PDIKM Padang Panjang Menjadi Pusat Literasi dan Budaya Aktif

17
×

Perpusnas Dorong PDIKM Padang Panjang Menjadi Pusat Literasi dan Budaya Aktif

Sebarkan artikel ini
perpusnas-dorong-pdikm-padang-panjang-jadi-hub-literasi-aktif
perpusnas dorong pdikm padang panjang jadi hub literasi aktif

Padang Panjang – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Endang Aminudin Aziz, mendorong optimalisasi kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) sebagai hub literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang inklusif.

Dorongan tersebut disampaikan Endang saat melakukan peninjauan ke Museum Bustanul Arifin di Padang Panjang, Rabu (3/6/2026).

Dalam kunjungan yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, Endang menegaskan bahwa museum tidak boleh hanya sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah.

Ia menekankan perlunya transformasi museum menjadi ruang edukasi aktif yang mampu melibatkan partisipasi masyarakat luas.

Menurutnya, Perpusnas berkomitmen mendukung pengembangan tersebut melalui skema bantuan pembiayaan bagi komunitas literasi.

Dukungan ini diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai kegiatan berbasis buku, diskusi, hingga pameran yang berkelanjutan.

“Kami mendorong agar tempat ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan literasi. Perpusnas memiliki skema bantuan pembiayaan bagi komunitas yang aktif dan membuka peluang kemitraan untuk mengembangkan budaya baca,” ujar Endang.

Endang menilai Padang Panjang, yang menyandang predikat Kota Literasi, memiliki potensi besar untuk menghidupkan kawasan PDIKM sebagai wadah pertemuan komunitas.

Menurutnya, agenda rutin seperti pelatihan literasi dan pameran budaya akan meningkatkan daya tarik serta kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Wali Kota Allex Saputra menyatakan dukungan penuh terhadap langkah optimalisasi PDIKM.

Dia menegaskan pemerintah daerah siap bersinergi dengan program pusat guna menjadikan PDIKM sebagai ruang publik yang produktif.

“Keberadaan PDIKM harus terus dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran dan kreativitas. Dengan semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan, PDIKM akan semakin dikenal luas dan memberikan dampak positif bagi sektor edukasi maupun pariwisata daerah,” tutur Allex.