Ecozone

Prudential Perpanjang Outlook Investasi di Tengah Gejolak IHSG yang Berlanjut

21
×

Prudential Perpanjang Outlook Investasi di Tengah Gejolak IHSG yang Berlanjut

Sebarkan artikel ini
86f7efb1b43badb9b697cb893cfec7e1.jpg
86f7efb1b43badb9b697cb893cfec7e1.jpg

Jakarta – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) tetap mengutamakan strategi investasi berorientasi jangka panjang di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir semester I/2026. Perusahaan memilih fokus pada fundamental aset yang kuat untuk meminimalisasi dampak volatilitas pasar jangka pendek.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, mengungkapkan bahwa pihaknya menyasar sektor-sektor tangguh seperti konsumer, kesehatan, dan komunikasi. Menurutnya, diversifikasi portofolio menjadi kunci utama bagi nasabah dalam mengelola risiko pasar yang sedang bergejolak.

Saat ini, Prudential menyediakan beragam instrumen investasi, mulai dari produk unit link, dana pendapatan tetap, hingga dana global. Strategi ini terbukti menjaga stabilitas perusahaan, di mana total aset investasi Prudential Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp54,5 triliun, tumbuh 6 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,3 triliun.

Di sisi lain, pasar modal domestik tengah mengalami tekanan berat. Selama sesi perdagangan hari ini, IHSG tercatat terkoreksi tajam sebesar 4,94 persen. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks sempat terperosok ke level 5.889,48 dari posisi pembukaan di level 6.207,10.

Data perdagangan menunjukkan sentimen negatif yang cukup masif, di mana sebanyak 752 saham ditutup melemah. Sementara itu, hanya 38 saham yang mampu bertahan di zona hijau, dan 169 saham lainnya bergerak stagnan.

Meski pasar sedang berada dalam fase fluktuatif, Adit menegaskan bahwa fokus Prudential tetap pada pertumbuhan nilai jangka panjang. Perusahaan terus mengedukasi nasabah agar tetap disiplin dalam melakukan diversifikasi investasi guna mendapatkan imbal hasil yang optimal di masa depan.

0fe0d617d574580788026fd6c35a3ea3.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6). Meningkatnya kekhawatiran inflasi domestik, menyempitnya surplus perdagangan, serta memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani mata uang Garuda. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan. Berdasarkan…