Ecozone

Antam Tanggapi Kebijakan Ekspor Satu Pintu Melalui DSI

11
×

Antam Tanggapi Kebijakan Ekspor Satu Pintu Melalui DSI

Sebarkan artikel ini
4bec34ec1e96f232717ae89825ab835a.jpg
4bec34ec1e96f232717ae89825ab835a.jpg

Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan kesiapannya untuk mematuhi kebijakan ekspor satu pintu yang mulai diberlakukan secara bertahap pada Senin, 1 Juni 2026. Regulasi ini mewajibkan seluruh eksportir komoditas strategis, yakni minyak sawit mentah (CPO), batu bara, dan feronikel (ferroalloy), untuk melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menyebut langkah ini sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola perdagangan komoditas nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di pasar global.

Antam menegaskan bahwa perusahaan akan tunduk pada seluruh ketentuan yang ditetapkan dalam regulasi baru tersebut. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah memenuhi kebutuhan pasar domestik guna mendukung hilirisasi industri di dalam negeri.

Dominasi pasar domestik dalam struktur bisnis Antam tercermin dari laporan keuangan per 31 Maret 2026. Tercatat penjualan domestik mencapai Rp 28,31 triliun atau mencakup 97 persen dari total penjualan bersih perusahaan. Angka ini membuktikan komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem industri nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan melalui masa transisi hingga implementasi penuh pada 1 Januari 2027. Selama periode peralihan tersebut, pelaku ekspor diwajibkan melaporkan setiap kegiatan perdagangan mereka kepada PT DSI.

Proses pelaporan perusahaan kepada BUMN ekspor tersebut nantinya akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Selama masa transisi, kegiatan ekspor tetap dapat berjalan seperti biasa sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

2ececb3fc10eccc8cadb52912da45c7d.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Pergerakan mata uang utama dunia masih berlangsung fluktuatif di tengah sentimen ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (1/6/2026) pukul 12.00 WIB, pasangan EUR/USD menguat 0,03% dalam sepekan ke level 1,16. Sementara itu, AUD/USD naik 0,15% ke 0,71 dan NZD/USD melesat 1,63% menjadi 0,59. Di sisi lain,…