Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan koreksi laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar 21,8% secara tahunan (year on year/yoy). Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 4,34 triliun.
Penurunan profitabilitas ini terjadi meskipun perusahaan sebenarnya berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,5% menjadi Rp 37,19 triliun. Tekanan pada laba bersih dipicu oleh tingginya biaya dan beban operasional yang harus ditanggung perseroan selama periode tersebut.
Laba periode berjalan Telkom ikut tergerus 17,57% secara tahunan menjadi Rp 6,05 triliun. Sementara itu, beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi tercatat turun 15,4% menjadi Rp 11,09 triliun.
Kondisi tersebut berdampak pada penurunan laba usaha perusahaan sebesar 12,19% menjadi Rp 8,93 triliun. Adapun laba sebelum pajak penghasilan juga mengalami kontraksi sebesar 11% secara tahunan menjadi Rp 8,25 triliun.
Di sisi lain, posisi neraca keuangan Telkom tetap terjaga dengan kenaikan aset tipis sebesar 0,76% menjadi Rp 289,96 triliun dibandingkan akhir tahun 2025. Kas dan setara kas perseroan juga meningkat 9,69% menjadi Rp 37,55 triliun per 31 Maret 2026.
Penguatan sisi aset ditopang oleh pertumbuhan ekuitas sebesar 3,5% menjadi Rp 155,81 triliun. Sebaliknya, posisi liabilitas perusahaan berhasil ditekan turun sebesar 2,24% menjadi Rp 134,14 triliun.
Terkait kinerja saham di pasar modal, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), saham TLKM ditutup melemah 1,94% di level Rp 3.030 per lembar. Meski demikian, jika ditarik dalam rentang satu bulan terakhir, saham emiten telekomunikasi pelat merah ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 7,83%.







