Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 65,95 triliun sepanjang periode Januari hingga April 2026. Dana tersebut disalurkan kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia guna mendorong penguatan sektor produktif nasional.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa mayoritas penyaluran KUR difokuskan pada sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan dengan porsi mencapai 66,47 persen dari total kredit. Strategi ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program swasembada pangan pemerintah.
Sektor pertanian tercatat sebagai kontributor terbesar dengan total pembiayaan mencapai Rp 27,95 triliun. Hingga April 2026, akses permodalan ini telah dinikmati oleh 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan di berbagai pelosok tanah air.
Menurut Akhmad, kebijakan ekspansi kredit ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Pihaknya berkomitmen memperluas akses permodalan sebagai instrumen penggerak ekonomi mikro yang inklusif.
Bank BRI juga terus menjaga kualitas kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini dilakukan mengingat dana KUR berasal dari penghimpunan dana masyarakat yang harus dikelola dengan tanggung jawab penuh.
Seiring dengan kemudahan akses modal, BRI mencatat progres positif pada debitur yang naik kelas. Sebanyak 307 ribu debitur atau 31,96 persen dari target tahunan telah berhasil meningkatkan skala usahanya.
Tren positif juga terlihat dari peningkatan penetrasi KUR ke rumah tangga. Hingga April 2026, tercatat 19 dari setiap 100 rumah tangga telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 18 rumah tangga.







