Ecozone

Wall Street Bergerak Variatif di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed

81
×

Wall Street Bergerak Variatif di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed

Sebarkan artikel ini
3a4b798dbe599521c92520bf1ecd8f5a.jpg
3a4b798dbe599521c92520bf1ecd8f5a.jpg

Jakarta – Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif pada perdagangan Rabu (27/5/2026) di tengah sikap hati-hati investor terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah serta penantian arah kebijakan moneter The Fed.

Laporan mengenai potensi kesepakatan antara Iran dan AS terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi sorotan utama pasar yang memicu sentimen beragam.

Pada pukul 09:57 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,35% ke posisi 50.642,33. Sementara itu, indeks S&P 500 bergerak tipis naik 0,03% ke level 7.521,49 dan indeks Nasdaq Composite justru terkoreksi 0,01% di level 26.651,99.

Pasar saat ini mencermati minimnya katalis baru pasca berakhirnya musim laporan keuangan.

CEO sekaligus CIO Laffer Tengler Investments, Nancy Tengler, menyebutkan investor kini mulai mengalihkan fokus pada data ekonomi dan perkembangan geopolitik global. K

etidakpastian akan arah suku bunga acuan The Fed turut menambah tekanan psikologis bagi pelaku pasar.

Di sisi lain, sektor teknologi masih menunjukkan dominasinya meski pergerakan harga saham cenderung melambat.

Micron Technology menjadi pusat perhatian setelah kapitalisasi pasarnya menembus USD 1 triliun dengan lonjakan harga saham sebesar 3,8%. Sebaliknya, saham-saham seperti Nvidia mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 1,7%.

Fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis waktu setempat.

Data ini diprediksi menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Saat ini, mayoritas pasar meyakini The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunga hingga penghujung tahun.

Pergerakan saham individu juga diwarnai oleh fluktuasi tajam. Saham Zscaler anjlok 30% setelah proyeksi pendapatan kuartal keempat tidak memenuhi ekspektasi pasar.

Kondisi serupa dialami GlobalFoundries yang melemah 9% menyusul rencana penjualan saham oleh investor mayoritas. Sebaliknya, Bath & Body Works mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 16,5% berkat laporan laba yang melampaui estimasi analis.

Secara keseluruhan, sentimen di pasar saham AS masih berada dalam fase konsolidasi. Meskipun pergerakan indeks cenderung terbatas, rasio saham yang menguat tetap lebih tinggi dibandingkan yang melemah, baik di bursa NYSE maupun Nasdaq.