Berita

Minim Investasi Riset, Indonesia Dinilai Tertinggal dalam Ekosistem Digital

12
×

Minim Investasi Riset, Indonesia Dinilai Tertinggal dalam Ekosistem Digital

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, memperingatkan pemerintah mengenai ancaman ketergantungan teknologi yang kian dalam.

Minimnya investasi riset dan pengembangan teknologi dinilai membuat Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi raksasa digital dunia, alih-alih menjadi pemain mandiri.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Ruang Digital di Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026), Junico menyoroti ketertinggalan Indonesia dalam riset digital.

Ia menyebut anggaran riset nasional yang hanya mencapai Rp40 miliar masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

“Kita hari ini secara kondisi riil sudah sangat jauh tertinggal, baik dalam teknologi maupun riset. Jika tidak serius berinvestasi, kita akan terus menjadi pasar bagi perkembangan teknologi dunia,” tegas Junico.

Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan ini, kedaulatan digital tidak bisa dicapai hanya dengan mengikuti tren teknologi global.

Indonesia harus membangun fondasi mandiri, mulai dari pusat data nasional, layanan cloud, hingga platform digital domestik.

Ia mencontohkan keberhasilan Korea Selatan, India, dan Turki yang mampu membangun ekosistem digital sendiri.

Sebaliknya, Indonesia dinilai masih terjebak dalam ketergantungan pada infrastruktur dan model bisnis asing.

Junico mendorong pemerintah untuk segera menetapkan arah kebijakan digital yang lebih konkret.

Penguatan ekosistem domestik, menurutnya, harus menjadi prioritas utama sebelum Indonesia mampu bersaing di kancah global.

“Bagaimana kita bisa punya kedaulatan digital? Paling tidak kita harus punya data sendiri dan mengurangi ketergantungan pada cloud asing,” pungkasnya.