BeritaPemerintahan

Mahyeldi Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sumbar

17
×

Mahyeldi Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi dalam gelaran DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival yang dihelat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat memiliki keunggulan modal sosial dan budaya yang sangat relevan untuk pengembangan ekonomi syariah. Ia menyebut falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menjadi landasan kuat yang selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

“Sumbar punya modal kuat menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang perlu kita optimalkan ke depan,” tegas Mahyeldi.

Meski sektor riil seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata, hingga zakat produktif telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga, Mahyeldi menyoroti perlunya perbaikan pada aspek literasi keuangan syariah dan integrasi industri halal.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, hingga pelaku usaha.

“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus hadir sebagai kekuatan dan solusi nyata untuk membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, M. Abdul Majid Ikram, menilai ekonomi syariah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

“Sumatera Barat memiliki modal budaya dan sosial yang sangat kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Majid.

Majid memaparkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di angka yang positif, yakni 5,02 persen. Ia meyakini penguatan ekosistem syariah akan menjadi katalis dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.

Selain itu, Sumatera Barat kini tengah membidik prestasi dalam ajang Anugerah Adinata Syariah tingkat nasional, setelah sebelumnya sukses meraih peringkat kedua pada tahun 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif KDEKS Sumbar Prof. Ahmad Wira, Kepala BPJPH Sumbar Dr. Ikra Abdi, perbankan syariah, akademisi, pelaku UMKM halal, serta komunitas juru sembelih halal Sumatera Barat.