Jakarta – Pemerintah tengah menggodok skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 40 tahun untuk memperluas akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kebijakan ini diharapkan mampu menekan nominal angsuran bulanan sehingga lebih terjangkau, terutama bagi kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa simulasi aturan tersebut kini tengah dipersiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya berupaya agar skema tenor panjang ini dapat meringankan beban cicilan masyarakat.
Sebagai gambaran, jika durasi kredit diperpanjang hingga 40 tahun, besaran angsuran rumah subsidi diperkirakan dapat ditekan hingga kisaran Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu per bulan. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tenor 20 tahun yang berada di angka Rp 1,1 juta, atau tenor 10 tahun yang mencapai Rp 1,7 juta.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, skema tenor 40 tahun berpotensi menjadi instrumen penetrasi bagi masyarakat di kelompok desil 1 dan 2 agar mampu mengakses pembiayaan perbankan.
Selama ini, akses KPR subsidi dari BTN telah menjangkau 6 juta unit rumah bagi masyarakat kelompok desil 3 ke atas. Sementara bagi kelompok desil 1 dan 2 yang tergolong masyarakat miskin dan belum mampu mengakses kredit bank, pemerintah memberikan dukungan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan BSPS bagi 400 ribu rumah tangga dengan nilai bantuan Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per penerima. Nixon berharap, jika kebijakan KPR 40 tahun resmi diterapkan, kelompok desil 1 dan 2 juga dapat diikutsertakan dalam program tersebut untuk membantu mereka mendapatkan hunian layak.
Pemerintah saat ini masih mematangkan berbagai aturan pendukung sebelum kebijakan ini dipublikasikan secara resmi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengintervensi pembiayaan perumahan bagi masyarakat dari desil 3 hingga 8, sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.







