Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif sepanjang periode perdagangan 18—22 Mei 2026. Tekanan jual yang masif membuat indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut anjlok 8,35 persen ke level 6.162,04, setelah sebelumnya berada di posisi 6.723,32 pada pekan lalu.
Ambrolnya IHSG berdampak signifikan terhadap nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam kurun waktu satu pekan, kapitalisasi pasar BEI tergerus Rp1.190 triliun atau setara 10,07 persen, dari Rp11.825 triliun menjadi Rp10.635 triliun.
Di tengah pelemahan indeks yang tajam, sejumlah emiten justru mengalami tekanan harga yang sangat dalam. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu memimpin daftar saham dengan koreksi terdalam (top losers), dengan penurunan mencapai 53,49 persen ke level Rp2.000 per saham.
Selain TPIA, deretan saham yang mencatatkan penurunan harga signifikan antara lain PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang merosot 50,20 persen, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi 47,34 persen. Emiten lainnya yang masuk daftar top losers adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan penurunan 39,41 persen dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sebesar 38,30 persen.
Di sisi lain, meski pasar sedang dalam tren koreksi, terdapat beberapa saham yang mampu bertahan di zona hijau dan mencetak keuntungan (top gainers). PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar penguat dengan kenaikan 29,36 persen, ditutup pada harga Rp141 per saham.
Menyusul LCKM, saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) menguat 12,39 persen, dan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) naik 12,00 persen. Emiten lainnya seperti PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) dan PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 11,03 persen dan 10,58 persen sepanjang pekan ini.
Berikut daftar lengkap 10 saham top gainers sepanjang pekan ini:
1. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) naik 29,36 persen ke Rp141
2. PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) naik 12,39 persen ke Rp254
3. PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) naik 12,00 persen ke Rp140
4. PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) naik 11,03 persen ke Rp14.600
5. PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) naik 10,58 persen ke Rp5.750
6. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 9,09 persen ke Rp780
7. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) naik 8,61 persen ke Rp328
8. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) naik 8,60 persen ke Rp3.790
9. PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) naik 7,69 persen ke Rp14.000
10. PT Inter Delta Tbk (INTD) naik 7,50 persen ke Rp258
Adapun 10 saham dengan koreksi terdalam (top losers) adalah:
1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 53,49 persen ke Rp2.000
2. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) turun 50,20 persen ke Rp630
3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 47,34 persen ke Rp545
4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 39,41 persen ke Rp515
5. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) turun 38,30 persen ke Rp472
6. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 37,45 persen ke Rp304
7. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) turun 37,14 persen ke Rp88
8. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 34,22 persen ke Rp2.960
9. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) turun 33,78 persen ke Rp735
10. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turun 32,39 persen ke Rp595







