Berita

PLN Sebut Cuaca Buruk Menjadi Penyebab Gangguan Listrik di Sumatera

12
×

PLN Sebut Cuaca Buruk Menjadi Penyebab Gangguan Listrik di Sumatera

Sebarkan artikel ini
dc02cd62205f11af97b5748e7dd0a306.jpg
dc02cd62205f11af97b5748e7dd0a306.jpg

Jakarta – PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Pulau Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026, dipicu oleh cuaca buruk yang mengganggu stabilitas sistem kelistrikan. Gangguan tersebut menyebabkan efek domino pada jaringan transmisi yang berdampak luas di berbagai wilayah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa gangguan pada ruas transmisi mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit. Kondisi ini memaksa sistem melakukan langkah pengamanan secara otomatis untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

PLN segera mengerahkan ratusan personel di berbagai wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. Tim teknis bekerja selama 24 jam penuh untuk mempercepat proses pemulihan transmisi, gardu induk, hingga pembangkit listrik.

Menurut Darmawan, jaringan transmisi yang sempat terganggu berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam. Setelah transmisi stabil, fokus utama beralih pada penyelarasan kembali pembangkit-pembangkit yang terdampak dengan sistem transmisi.

Proses penormalan pembangkit dilakukan secara bertahap dan sistematis guna memastikan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dikerahkan lebih awal untuk memberikan respons cepat dalam menyuplai beban listrik.

Sementara itu, pembangkit berbasis termal atau PLTU membutuhkan durasi waktu yang lebih panjang untuk kembali beroperasi penuh. Proses start-up hingga sinkronisasi pembangkit jenis ini memerlukan waktu antara 15 hingga 20 jam agar dapat kembali menyalurkan listrik secara stabil ke pelanggan.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…