Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa (19/5). Cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang terjadi di berbagai titik.
BMKG menjelaskan bahwa saat ini terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Utara, Laut Jawa bagian timur, serta Samudra Pasifik timur laut Maluku Utara. Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah.
Daerah konvergensi terpantau meluas di Aceh, Sumatra Utara, Laut Flores, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Maluku, Laut Halmahera, hingga Papua Selatan.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi,” ujar Prakirawan BMKG, Bintari.
Akibat dinamika atmosfer ini, BMKG mengimbau masyarakat di NTB, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, serta sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
BMKG menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, cuaca masih akan dipengaruhi oleh fenomena gelombang tropis. Gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kombinasi fenomena ini dinilai mampu meningkatkan suplai uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.







