Riyadh – Pemerintah Arab Saudi resmi meluncurkan aplikasi super Tawakkalna untuk memfasilitasi jutaan jemaah haji tahun ini. Platform digital ini kini mendukung 19 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, guna memudahkan jemaah mengakses berbagai layanan pemerintah selama musim haji 1447 Hijriah.
Langkah ini merupakan inisiatif dari Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) untuk memperkuat integrasi antar lembaga pemerintah. Layanan tersebut dirancang untuk mendampingi jemaah sejak kedatangan di Arab Saudi, selama berada di Mekah dan Madinah, hingga kepulangan ke negara asal.
Selain Bahasa Indonesia, aplikasi ini tersedia dalam berbagai bahasa internasional lainnya, seperti Arab, Inggris, Hindi, Urdu, Turki, Prancis, Bengali, Persia, Melayu, Rusia, China, Filipina, Jerman, Belanda, Jepang, Italia, Spanyol, dan Portugal.
Melansir Gulf News pada Selasa (19/5), melalui platform ini, jemaah dapat mengakses izin haji yang terintegrasi dengan sistem digital “Tasreeh”. Izin tersebut mencakup akses masuk ke Mekah, izin kerja, izin relawan, hingga izin kendaraan dari berbagai instansi terkait.
Aplikasi ini juga memungkinkan jemaah memesan jadwal kunjungan ke Al Rawdah Al Sharifah melalui layanan gateway Nusuk yang terintegrasi. Fitur tambahan lainnya meliputi akses khotbah Arafah, bantuan darurat “Assefni”, informasi cuaca, arah kiblat, jadwal salat, hingga layanan Al-Quran digital.
Pihak berwenang Saudi menyatakan bahwa pengembangan layanan ini sejalan dengan Pilgrim Experience Programme dalam kerangka Saudi Vision 2030. Program tersebut memprioritaskan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah melalui pemanfaatan teknologi cerdas.
Saat ini, Tawakkalna telah menawarkan lebih dari 1.300 layanan yang dikembangkan bersama lebih dari 350 entitas pemerintah di berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga pariwisata. Aplikasi ini tercatat telah memiliki lebih dari 35 juta pengguna terdaftar.







