BeritaInternasional

Lemhannas Tanggapi Penahanan Warga Negara Indonesia oleh Pihak Israel

16
×

Lemhannas Tanggapi Penahanan Warga Negara Indonesia oleh Pihak Israel

Sebarkan artikel ini
92e47305730fef55c2cec13759b1e6a1.jpg
92e47305730fef55c2cec13759b1e6a1.jpg

Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menempuh jalur diplomasi multilateral guna merespons tindakan militer Israel yang menahan sejumlah delegasi serta jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.

Langkah ini diambil untuk memastikan adanya jaminan perlindungan bagi warga sipil dan awak media di wilayah konflik.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB. Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa pihaknya mendorong keterlibatan lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB.

Menurutnya, organisasi multilateral memiliki wewenang untuk menekan pihak-pihak yang terlibat agar memberikan perlindungan bagi pelaku tugas kemanusiaan dan jurnalis.

“Kami mengecam keras tindakan Israel. Tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan harus mendapatkan jaminan keselamatan dalam situasi apa pun,” ujar Ace di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK, Jakarta Timur, Selasa, 19 Mei 2026.

Berdasarkan data hingga Senin, 18 Mei 2026, setidaknya terdapat lima warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditahan oleh militer Israel setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat.

Dari kapal Bolarize, jurnalis Republika, Bambang Noroyono, dikabarkan telah ditahan bersama dua warga Malaysia.

Sementara itu, di kapal Ozgurluk, tiga WNI lainnya yang terdiri dari jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, serta jurnalis iNews Heru Rahendro turut menjadi korban pencegatan militer Israel.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengecam keras pencegatan tersebut. Pemerintah mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan yang ditahan.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, memastikan pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memantau kondisi para WNI tersebut.

Kemlu juga telah menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan proses pemulangan bagi seluruh warga yang terdampak.

Pemerintah terus berupaya memastikan keselamatan seluruh delegasi Indonesia yang saat ini berada dalam kendali militer Israel.