Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencatatkan rekor terlemah baru dengan menembus level 17.529 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan sebesar 115 poin atau 3,9 persen secara year to date ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar global serta keraguan investor terhadap kebijakan domestik.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa faktor global menjadi pemicu utama pelemahan mata uang kawasan Asia, termasuk rupiah. Lonjakan inflasi energi dan ketidakpastian suku bunga global mendorong investor untuk menarik asetnya dari negara berkembang menuju instrumen yang dianggap lebih aman atau safe haven.
“Terjadi pergeseran aset oleh investor yang sebelumnya menempatkan dana di pasar negara berkembang. Hal ini memberikan dampak masif terhadap minat risiko atau risk appetite investor asing terhadap aset berdenominasi rupiah,” ujar Josua.
Selain tekanan eksternal, sentimen negatif juga datang dari penilaian sejumlah lembaga internasional terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah Indonesia. Laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai struktur kepemilikan saham, serta pemangkasan prospek utang negara oleh Moody’s dan Fitch Ratings dari stabil menjadi negatif, turut menekan kepercayaan investor.
Akibat akumulasi sentimen tersebut, pasar keuangan Indonesia mencatatkan aliran modal keluar atau capital outflow yang signifikan sejak awal tahun hingga Mei 2026. Di pasar saham, investor asing terpantau menarik dana sekitar 2,2 miliar dolar AS, sementara di pasar obligasi tercatat aliran keluar mencapai 0,7 miliar dolar AS.
Meski demikian, tekanan pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh adanya aliran modal masuk pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) berjangka pendek. Hingga saat ini, otoritas moneter terus memantau dinamika pasar untuk meminimalisir dampak fluktuasi nilai tukar yang semakin lebar. Pelemahan ini bukan hanya dialami Indonesia, namun mencerminkan tren depresiasi mata uang di Asia akibat penguatan dolar AS yang berkelanjutan.













