Jakarta – Saham sektor kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi hanya dikuasai oleh raksasa teknologi seperti Nvidia atau Microsoft. Sepanjang tahun 2026, sejumlah perusahaan “underrated” justru mencatatkan kinerja impresif yang melampaui ekspektasi pasar berkat tingginya permintaan infrastruktur pendukung AI.
Lonjakan harga saham perusahaan-perusahaan skala menengah ini didorong oleh kebutuhan krusial akan pusat data serta komponen jaringan berkecepatan tinggi. Bagi investor, fenomena ini membuka peluang diversifikasi di tengah dominasi pemain besar.
Berikut adalah empat emiten teknologi yang mencatatkan pertumbuhan signifikan dan patut dicermati:
Applied Optoelectronics (AAOI)
Perusahaan ini memimpin pasar dengan kenaikan harga saham mencapai 339 persen secara year-to-date (YTD), kini diperdagangkan di level 153,19 dolar. Kesuksesan mereka dalam memproduksi transceiver optik berkecepatan tinggi untuk server AI menjadi motor penggerak utama. Kontrak dari berbagai hyperscaler menunjukkan masifnya belanja infrastruktur di sektor ini, meski beberapa analis masih mempertimbangkan aspek keberlanjutan pertumbuhannya.
Nebius Group (NBIS)
Fokus pada pembangunan pusat data berbasis GPU, Nebius Group mencatat kenaikan saham sebesar 85 persen dengan harga 154,56 dolar. Daya tarik perusahaan ini semakin kuat setelah diketahui bahwa Nvidia memiliki kepemilikan saham di dalamnya, yang dipandang pasar sebagai validasi strategis terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Coherent Corp (COHR)
Sebagai produsen komponen optik dan transceiver data, Coherent Corp mencatatkan kenaikan saham sebesar 69 persen dengan harga di level 307,93 dolar. Meskipun analis memberikan rating moderate buy, terdapat ketidakpastian mengingat rata-rata target harga saham saat ini berada di bawah harga pasar, sehingga investor disarankan untuk tetap berhati-hati.
Fabrinet (FN)
Berperan sebagai mitra manufaktur utama Nvidia, Fabrinet terus mendapatkan keuntungan dari ekspansi ekosistem AI global. Permintaan layanan manufaktur untuk kebutuhan pusat data berbasis AI membuat posisi Fabrinet semakin krusial. Prospek yang kuat ini mendorong sejumlah analis untuk menaikkan target harga saham perusahaan yang kini diperdagangkan di angka 689,89 dolar tersebut.
Meskipun potensi keuntungan yang ditawarkan cukup menjanjikan, investor tetap diingatkan untuk melakukan riset mendalam. Dinamika pasar teknologi yang cepat menuntut kehati-hatian dalam mengelola risiko sebelum memutuskan untuk melakukan investasi pada saham-saham tersebut.







