PolitikShowbiz

Dhani Ungkap Tekanan Publik, Lindungi Shafeea dari Hujatan

40
×

Dhani Ungkap Tekanan Publik, Lindungi Shafeea dari Hujatan

Sebarkan artikel ini
ahmad-dhani-ngaku-karakternya-sudah-“dibunuh”-selama-20-tahun
ahmad dhani ngaku karakternya sudah “dibunuh” selama 20 tahun

Jakarta – Ahmad Dhani mengaku telah lama menghadapi tekanan dan penilaian negatif dari publik. Musisi sekaligus anggota DPR itu menyebut dirinya sudah terbiasa menerima serangan sejak puluhan tahun lalu.

Pernyataan itu disampaikan Dhani saat menanggapi kondisi putrinya, Shafeea Ahmad, yang belakangan ramai dihujat netizen di media sosial. Ia pun berupaya memberi dukungan mental agar sang putri tidak larut dalam komentar negatif.

Dhani mengatakan dirinya merasa mengalami “pembunuhan karakter” sejak sekitar dua dekade lalu. Pengalaman panjang itu, menurut dia, justru membuat mentalnya semakin kuat.

“Seperti kita semua tau lah sejak 20 tahun lalu kan karakter saya dibunuh terus kan dan saya nggak mati-mati akhirnya menjadi saya lebih kuat,” ucap Ahmad Dhani, dikutip dari tayangan YouTube, Jumat, 8 Mei 2026.

Nama Shafeea Ahmad ikut menjadi sorotan setelah beredar video dirinya menangis sambil dipeluk Ahmad Dhani. Video yang diunggah langsung oleh Dhani itu memancing beragam reaksi publik.

Dalam narasi unggahannya, Dhani mengaitkan tangisan Shafeea dengan ucapan mantan istrinya, Maia Estianty, saat acara siraman El Rumi. Sejak saat itu, Shafeea ikut menjadi sasaran komentar pedas netizen.

Kondisi tersebut membuat publik menyoroti kondisi mental remaja itu. Banyak yang menilai Shafeea tak seharusnya ikut terseret dalam konflik yang ramai diperbincangkan orang dewasa.

Melihat putrinya terus menerima komentar negatif, Ahmad Dhani memberi penguatan secara pribadi. Ia mengaku sengaja mengirim pesan lewat WhatsApp agar kata-kata itu bisa dibaca Shafeea kapan saja.

“Kamu tahu Ayah barusan jumpa pers, semua kebenaran untuk yang IQ-nya di atas 90. Kamu nggak usah peduli sama yang dungu. What doesn’t kill you make you stronger,” kata Dhani.

Dhani juga menjelaskan alasan dirinya memilih menyampaikan pesan melalui tulisan, bukan secara langsung.

“Kenapa di WA? Karena diingat terus, kalo ngomong lupa,” katanya lagi.

Menurut Dhani, pengalaman menghadapi kritik selama bertahun-tahun membuatnya belajar bahwa tekanan publik tidak selalu harus dijawab dengan emosi. Ia ingin Shafeea memiliki mental yang kuat agar tidak mudah runtuh oleh komentar orang lain.