Berita

BI Perluas Layanan, Animo Masyarakat Tukar Uang Rupiah Melonjak Drastis

103
×

BI Perluas Layanan, Animo Masyarakat Tukar Uang Rupiah Melonjak Drastis

Sebarkan artikel ini
jumlah-penukar-uang-jelang-idulfitri-2026-naik-85-persen,-bi-tambah-kuota-layanan
jumlah penukar uang jelang idulfitri 2026 naik 85 persen, bi tambah kuota layanan

Jakarta – Animo masyarakat untuk menukarkan uang rupiah menjelang Idulfitri 1447 H/2026 M melonjak. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan lebih dari 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga 13 Maret 2026, tercatat 1.076.282 orang melakukan penukaran melalui layanan resmi.

Angka ini naik sekitar 85,4 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 580.496 orang.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M Anwar Bashori, menyampaikan hal ini pada Senin (16/3/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, BI memperluas jangkauan layanan penukaran.

Jumlah titik layanan ditingkatkan signifikan dari 5.202 menjadi 9.294.

Dengan penambahan ini, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan penukaran semakin mudah.

“Tingginya animo dan perluasan layanan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi, pemberian THR, serta aktivitas ekonomi selama Ramadhan dan Idulfitri masih sangat besar,” ujar Anwar.

Sebagai respons, BI menyelenggarakan layanan penukaran tambahan Serambi Peduli Mudik pada 16-17 Maret 2026.

Layanan ini tersedia di 55 titik di seluruh Indonesia, berfokus pada lokasi arus mudik seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, dan rest area.

Total kuota layanan tambahan tersebut mencapai sekitar 11.900 paket penukaran.

BI memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai.

Masyarakat diimbau untuk menukarkan uang rupiah hanya melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan.

Hal ini untuk menjamin keaslian uang serta keamanan transaksi.

Penukaran di luar layanan resmi memiliki risiko, termasuk keaslian uang yang tidak terjamin dan potensi penipuan.