BeritaFenezeeaPolitik

5 Poin Anies Baswedan di Ngariung Alumni ITB, Jangan Pernah Remehkan Didikan Anak Bangsa!

968
×

5 Poin Anies Baswedan di Ngariung Alumni ITB, Jangan Pernah Remehkan Didikan Anak Bangsa!

Sebarkan artikel ini
Anies Baswedan ITB
Foto : Internet

FENESIA – Bakal Calon Presiden RI, Anies Baswedan, hadir dalam acara Ngariung Bersama 1000 Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan diselenggarakan di BMC 1928, Bandung, pada Minggu, 1 Oktober 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Anies memberikan sambutan dan orasi inspiratif di depan lulusan berbagai angkatan ITB.

Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan Anies Baswedan:

Anies Baswedan ITB
Foto : Internet

1. Selamat Datang Putra Putri Terbaik dan Pemimpin Masa Depan

Anies mengawali sambutannya dengan mengakui ketidakberaniannya mendaftar ke ITB, sehingga dia hanya bisa melihat dari jauh, khususnya saat berada di Jogja. Namun, dia tertarik dengan kalimat yang terpampang jelas di gerbang ITB yang menyambut dengan kata “Selamat Datang Putra Putri Terbaik.” Anies menekankan tingkat keunggulan alumni ITB dengan humor, menyebutnya sebagai level “Habibie semua.”

Anies juga mencatat perbedaan dengan universitas lain, seperti UGM, yang menuliskan “Selamat Datang Pemimpin Masa Depan” di gerbangnya. Sambil tersenyum, dia menyinggung perbedaan tersebut.

2. Anies Menyoroti Pentingnya Pemimpin Diuji Dalam Situasi Krisis

Dia menekankan bahwa pemimpin sejati teruji saat menghadapi tantangan krisis, seperti yang terjadi selama pandemi global. Selama masa pandemi, terungkap siapa pemimpin yang mendasarkan keputusannya pada ilmu pengetahuan dan siapa yang tidak. Anies mengingatkan bahwa pemimpin harus mengacu pada ilmu pengetahuan, metode ilmiah, dan menghindari ketidaktahuan.

3. Urutan Penting Dalam Pengambilan Keputusan

Ada empat prinsip yang harus diikuti, yaitu prinsip keadilan, kepentingan publik, ilmu pengetahuan/akal sehat, dan regulasi/peraturan.

Dia menekankan bahwa peraturan yang tidak berlandaskan pada prinsip keadilan dan ilmu pengetahuan akan merugikan kepentingan umum.