Fenesia – Sebanyak 17 dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 secara resmi melakukan perombakan besar pada kursi kepelatihan setelah turnamen berakhir pada Sabtu (25/7/2026) karena berbagai alasan, mulai dari kegagalan performa di lapangan hingga keputusan strategis jangka panjang.
Dilansir dari Tribunnews, pergantian juru taktik ini tersebar di berbagai konfederasi sepak bola dunia, dengan kawasan Eropa mencatatkan jumlah perubahan paling signifikan dibandingkan wilayah lainnya.
Di Prancis, Didier Deschamps resmi melepaskan jabatannya sebagai pelatih kepala setelah membawa tim nasional tersebut melaju hingga babak semifinal.
Keputusan tersebut merupakan langkah yang telah direncanakan sebelum turnamen bergulir, dan posisi kepelatihan selanjutnya akan diisi oleh Zinedine Zidane mulai 1 September mendatang.
Situasi berbeda dialami oleh Jerman, di mana federasi sepak bola memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Julian Nagelsmann menyusul kegagalan tim yang tersingkir di babak 32 besar.
Laporan menyebutkan bahwa Juergen Klopp menjadi kandidat utama untuk mengisi kekosongan jabatan pelatih di tim berjuluk Die Mannschaft tersebut.
Portugal turut melakukan perubahan setelah Roberto Martinez memilih mundur dari posisinya pasca-kekalahan di babak 16 besar, dan kini kursi kepelatihan telah diserahkan kepada Jorge Jesus.
Terkait performa Portugal, Presiden Pena Real Madrid de Indonesia, Syahrul Fauzi, menilai bahwa kelemahan utama Roberto Martinez terletak pada ketidakmampuannya mengoptimalkan kualitas pemain, terutama dalam masa transisi tanpa Cristiano Ronaldo.
“Portugal memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa menjadi solusi, karena itu tim pelatih harus berani melakukan penyesuaian apabila diperlukan demi menjaga efektivitas permainan tim,” kata Syahrul Fauzi.
Selain ketiga negara tersebut, daftar negara Eropa yang melakukan pergantian pelatih meliputi Belanda, Kroasia, Republik Ceko, Skotlandia, dan Belgia.
Di kawasan CONCACAF, tuan rumah Meksiko telah menunjuk legenda mereka, Rafa Marquez, untuk menggantikan Javier Aguirre.
Benua Afrika mencatatkan empat pergantian pelatih, yakni Ghana, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia.
Sementara itu, Ekuador dan Uruguay menjadi dua negara dari konfederasi CONMEBOL yang memutuskan untuk mencari juru taktik baru.
Kawasan Asia juga mengalami gejolak serupa, di mana Yordania harus kehilangan Jamal Sellami yang sebelumnya mencetak sejarah bagi tim tersebut.
Korea Selatan saat ini sedang mengevaluasi posisi Hong Myung-bo setelah kegagalan Taegeuk Warriors untuk lolos dari fase grup turnamen.
Publik di Korea Selatan secara luas menuntut pertanggungjawaban atas hasil buruk yang didapatkan oleh tim nasional mereka selama kompetisi berlangsung.
Proses transisi kepelatihan ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan sepak bola internasional menjelang agenda kualifikasi turnamen berikutnya.






