BeritaEcozoneEkonomiGaming

Microsoft PHK 4.800 Karyawan dan Lepas Lima Studio Game Xbox

26
×

Microsoft PHK 4.800 Karyawan dan Lepas Lima Studio Game Xbox

Sebarkan artikel ini
4.800-karyawan-microsoft-kena-lay-off,-gara-gara-ai?
4.800 karyawan microsoft kena lay off, gara gara ai?

Jakarta – Microsoft mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.800 karyawannya. Jumlah tersebut setara dengan 2,1 persen dari total tenaga kerja Microsoft secara global.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari perombakan besar-besaran pada lini bisnis gim Xbox. Selain melakukan pengurangan staf, perusahaan juga memutuskan untuk melepas hingga lima studio pengembang gim yang berada di bawah naungannya.

Secara rinci, perombakan divisi gaming ini mencakup penghapusan 3.200 posisi. Sementara itu, 1.600 karyawan lainnya telah diberhentikan secara efektif per Senin (6/7).

Keputusan tersebut diambil meskipun Microsoft sebelumnya telah mengeluarkan dana puluhan miliar dolar AS untuk memperluas bisnis Xbox, termasuk melalui akuisisi besar-besaran Activision Blizzard. Namun, Microsoft dinilai masih kesulitan mengejar ketertinggalan dari pesaing utamanya, yakni Sony PlayStation dan Nintendo.

Kondisi inilah yang mendorong perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah bisnis gaming mereka. Saat ini, Microsoft telah mengubah strategi dengan lebih memprioritaskan distribusi gim buatannya ke berbagai platform. Perusahaan tidak lagi mengandalkan judul eksklusif konsol sebagai cara utama untuk mendongkrak penjualan perangkat keras Xbox.

Kepala baru divisi Xbox, Asha Sharma, dalam catatan internal kepada karyawan menyebutkan bahwa perombakan ini turut melibatkan pelepasan empat studio. Compulsion Games selaku pengembang ‘South of Midnight’ dan Double Fine Productions, pembuat ‘Psychonauts’, akan dialihkan menjadi studio independen.

Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs akan dipisahkan guna memfokuskan pengembangan pada proyek ‘Senua’ dan ‘State of Decay 3’.

Sharma melanjutkan, manajemen Arkane Studios-pengembang ‘Dishonored’ yang tengah mengerjakan gim berbasis karakter Marvel Comics, Blade-telah memulai konsultasi dengan serikat pekerja di Prancis. Langkah tersebut dilakukan untuk meninjau opsi terbaik bagi keberlangsungan studio tersebut ke depannya.

Terkait kekhawatiran mengenai otomatisasi, Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, menegaskan dalam memo internal bahwa posisi yang dihapus tidak digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

“Yang benar adalah, AI mengubah cara pekerjaan dilakukan,” ujar Coleman.

Langkah efisiensi ini dilakukan di tengah tren belanja besar-besaran industri teknologi untuk infrastruktur AI yang diproyeksikan menembus US$700 miliar tahun ini. Tekanan tersebut mendorong perusahaan besar untuk menunjukkan hasil nyata dari investasi AI sekaligus menekan biaya operasional.

Selain Microsoft, perusahaan raksasa seperti Amazon dan Meta juga tercatat telah memangkas ribuan karyawan sepanjang tahun ini.

CEO Equisights Research, Parth Talsania, menanggapi langkah terbaru Microsoft ini sebagai wujud realokasi portofolio dan disiplin operasional, bukan sebagai katalis baru bagi harga saham.

Menurutnya, pasar dalam waktu dekat kemungkinan besar akan memberikan apresiasi lebih rendah terhadap pengurangan tenaga kerja. Fokus pasar dinilai lebih tertuju pada bukti bahwa monetisasi AI tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk teknologi tersebut.

Sebagai informasi, saham Microsoft ditutup melemah 1,4 persen pada Senin (6/7). Hal ini memperpanjang tren penurunan sebesar hampir 23 persen sepanjang paruh pertama 2026, yang tercatat sebagai kinerja semester pertama terburuk bagi perusahaan sejak 2022.

159abd505e68ba3fc381a6179a6d01f5.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Neymar lebih dulu mengakhiri perjalanan Brasil usai kalah dari Norwegia pada babak 16 besar Sehari kemudian, Cristiano Ronaldo menyusul setelah Portugal disingkirkan Spanyol Dua legenda sepak bola itu sama-sama menutup kisah Piala Dunia tanpa trofi juara TRIBUNNEWS.COM – Dua hari beruntun menghadirkan kisah pilu di Piala Dunia 2026 setelah Neymar dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal mengantar negaranya melangkah ke perempat…