BeritaPeristiwa

Warga Prambanan Dikejutkan Ledakan Kembang Api Prewedding Malam Hari

15
×

Warga Prambanan Dikejutkan Ledakan Kembang Api Prewedding Malam Hari

Sebarkan artikel ini
heboh-ledakan-kembang-api-di-sekitar-prambanan,-ternyata-prewedding
heboh ledakan kembang api di sekitar prambanan, ternyata prewedding

Klaten – Warga di sekitar kompleks Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, sempat digemparkan oleh suara ledakan besar yang terdengar berulang kali pada Rabu (24/6) malam. Pada saat bersamaan, kembang api terlihat menerangi langit di kawasan sekitar candi.

Kapolsek Prambanan AKP Nyoto menjelaskan, ledakan dan kembang api tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengambilan foto dan video prewedding. Ia menyebut kegiatan itu telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan aparat.

Meski demikian, Nyoto tidak merinci pasangan yang melakukan prewedding dengan peluncuran kembang api pada malam itu. Ia juga tidak menyebutkan asal calon pengantin tersebut, apakah dari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta atau dari luar daerah.

“Itu untuk prewedding ambil foto dan video. Saat kegiatan juga diawasi, semua sesuai prosedur dan aturan yang ada,” ujar Nyoto, Kamis (25/6) dikutip dari detikJateng.

Kepala Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Raksono, juga membenarkan bahwa ledakan yang menghebohkan warga berasal dari suara kembang api. Ia memastikan kembang api tersebut dipakai untuk keperluan pengambilan foto dan video prewedding.

Namun, Raksono menegaskan lokasi peluncuran kembang api itu bukan berada di dalam taman wisata Candi Prambanan.

“Itu acara pengambilan foto dan video prewedding. Arahnya ke taman (taman wisata candi Prambanan), tapi sebenarnya di luar,” katanya.

Raksono menjelaskan, lokasi peluncuran kembang api awalnya direncanakan berada di dekat futsal timur TWC di RT 19 Desa Tlogo. Rencana itu kemudian dipindahkan karena mendapat komplain dari warga yang tinggal di kawasan padat penduduk.

“Dikomplain warga ternyata pindah ke utara di dekat Mandala wisata, di lahan kosong. Tidak ada laporan kerusakan,” terang Raksono.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sudah berizin dan saat pelaksanaan juga diawasi aparat keamanan di lokasi. Namun, ledakannya ternyata lebih besar dari yang diperkirakan.

“Dikira kecil seperti biasa, ternyata suaranya besar,” imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.39 malam kemarin dan videonya kemudian viral di media sosial, salah satunya diunggah kembali oleh akun Merapi_News. Dalam unggahan tersebut terlihat suasana perumahan, disertai suara ledakan bersahutan dan langit yang tampak merah.

Pada unggahan berikutnya, warganet menuliskan bahwa ledakan itu berasal dari kembang api. Sejumlah warga pun sempat kaget dan berhamburan keluar rumah saat dentuman terdengar.

Utomo (50), warga sekitar Candi Prambanan, mengatakan ledakan itu membuat warga panik. Ia mengaku semula mengira suara tersebut bukan berasal dari kembang api karena terdengar sangat keras.

“Dikira bukan kembang api karena kerasnya dentuman sehingga keluar rumah. Kaca sampai bergetar,” katanya kepada detikJateng.

Setelah keluar rumah, kata Utomo, warga baru mengetahui bahwa ada yang menyulut kembang api. Ia menyebut baru kali ini ledakan kembang api terdengar sebesar itu.

“Baru kali ini, biasanya jika ada acara tidak sebesar ini suaranya. Tidak ada kerusakan rumah, saya sempat merekam mungkin lebih dari lima kali,” ungkap Utomo.

“Jadi bukan di dalam taman wisata Candi Prambanan, di sebelah timurnya. Suaranya sampai Kalasan (Sleman),” ujarnya.