Berita

Warga Afghanistan Tembak Garda Nasional di Dekat Gedung Putih

65
×

Warga Afghanistan Tembak Garda Nasional di Dekat Gedung Putih

Sebarkan artikel ini
f16cfcfb52ccb83f7cc5bbd1a76548ce.jpg
f16cfcfb52ccb83f7cc5bbd1a76548ce.jpg

Washington D.C. – Dua tentara Garda Nasional mengalami luka parah dalam penembakan yang diduga ditargetkan di dekat Gedung Putih pada Rabu. Aparat mengidentifikasi tersangka sebagai Rahmanullah Lakanwal, seorang warga negara Afghanistan berusia 29 tahun yang memasuki Amerika Serikat pada 2021. Penembakan ini terjadi sekitar pukul 14.15 waktu setempat, memicu penyelidikan federal yang mengklasifikasikannya sebagai potensi tindakan terorisme.

Insiden penembakan terjadi di dekat Stasiun Metro Farragut West, sebuah area ramai yang hanya beberapa langkah dari Gedung Putih. Dua anggota Garda Nasional yang sedang berpatroli ditembak dari jarak dekat; salah satu korban terkena di dada dan kemudian di kepala. Tersangka juga ditembak empat kali oleh anggota Garda lainnya.

Lakanwal datang ke AS selama penarikan pasukan Afghanistan pada 2021 di bawah Operasi Allies Welcome. Ia kemudian menetap di Bellingham, Washington, diduga bersembunyi sebelum menembaki para anggota Garda Nasional. Penegak hukum kini memeriksa berkas imigrasinya untuk menentukan motif.

Biro Investigasi Federal (FBI) memperlakukan penembakan ini sebagai serangan terhadap petugas penegak hukum federal. Sumber penegak hukum menyatakan langkah investigasi awal mengklasifikasikannya sebagai potensi tindakan terorisme. FBI memimpin penyelidikan dengan dukungan dari DHS, Secret Service, ATF, dan DEA. Penyelidik federal menyatakan belum ada motif yang jelas terkait penembakan ini.

Kedua korban masih dalam kondisi kritis dan mengalami luka parah. Sementara itu, tersangka yang bertindak sendirian telah dibawa ke rumah sakit di bawah pengawasan polisi.

Wali Kota Washington D.C., Muriel Bowser, menyatakan serangan itu tampaknya “ditargetkan,” dengan satu orang secara khusus menargetkan para anggota Garda Nasional.

Respons Pemerintah
Presiden Donald Trump, yang tidak berada di ibu kota saat penembakan terjadi, mengutuk keras serangan tersebut. Ia menyebut tersangka “binatang” dan bersumpah akan memberikan hukuman berat, meskipun tersangka juga mengalami luka parah.

Wakil Presiden J.D. Vance menyampaikan pidato di Kentucky, mendoakan kedua korban yang terluka parah. Menteri Pertahanan Pete Hegseth berjanji, “Kami tidak akan mundur,” dan meminta tambahan pasukan.

Garda Nasional Tambahan
Setelah insiden itu, Trump memerintahkan pengerahan 500 pasukan Garda Nasional tambahan ke Washington D.C. Ibu kota tersebut telah menampung sekitar 2.100 pasukan Garda Nasional sebagai bagian dari tindakan keras Trump terhadap kejahatan di seluruh negeri, meskipun pengerahan tersebut saat ini sedang dalam gugatan hukum.

Seorang hakim federal sebelumnya memerintahkan penarikan mereka minggu lalu, namun menunda putusan tersebut hingga 11 Desember. Ada ambiguitas hukum seputar wewenang Trump untuk mengerahkan unit Garda Nasional ke kota-kota di AS.

Pengungsi Afghanistan
Sekitar 90.000 warga Afghanistan telah diterima di AS di bawah Operasi Allies Refuge/Welcome. Ini termasuk para pengungsi yang dimukimkan kembali di seluruh negara bagian Washington. Bellingham, tempat Lakanwal tinggal, menerima sekitar 800 warga Afghanistan yang telah dimukimkan kembali pada 2022.

Tinjauan inspektur jenderal Departemen Kehakiman AS pada Juni 2024 mengidentifikasi 55 pengungsi Afghanistan yang muncul dalam daftar pantauan teroris setelah proses pemeriksaan yang terburu-buru pada 2021. Sebanyak 46 orang kemudian dibebaskan, sementara sembilan orang masih berada dalam daftar tersebut hingga Juli 2024.