Berita

Wamenaker Dorong TKA di Morowali Tingkatkan Keahlian SDM Lokal

10
×

Wamenaker Dorong TKA di Morowali Tingkatkan Keahlian SDM Lokal

Sebarkan artikel ini

Morowali – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Dampak itu, menurut dia, harus diwujudkan melalui alih keahlian dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Penegasan itu disampaikan Afriansyah saat melakukan kunjungan kerja ke PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (23/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Afriansyah menekankan bahwa perusahaan berkewajiban melakukan alih keahlian atau transfer of knowledge secara masif kepada tenaga kerja Indonesia. Langkah itu, kata dia, menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.

“TKA hanya diizinkan bekerja untuk keahlian tertentu dan dalam jangka waktu terbatas. Karena itu, perusahaan wajib memastikan tenaga kerja Indonesia mampu menguasai keahlian tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan kompetensi secara mandiri di masa mendatang,” tegas Afriansyah Noor.

Ia juga meminta manajemen perusahaan mematuhi regulasi ketenagakerjaan secara menyeluruh. Pembinaan yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan mengacu pada Pasal 45 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2021.

Ruang lingkup pembinaan tersebut meliputi sosialisasi tata cara penggunaan TKA, penyuluhan mengenai kewajiban dan larangan, analisis pasar kerja, serta monitoring dan evaluasi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

“Pembinaan ini sangat penting untuk memastikan setiap pemberi kerja mematuhi regulasi yang berlaku. Penggunaan TKA harus memberikan nilai tambah strategis bagi bangsa kita melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia,” tambahnya.

Selain alih keahlian, Afriansyah juga menyoroti pentingnya kepatuhan pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA). Ia menegaskan, dana tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal di Kabupaten Morowali.

Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kita ingin investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas SDM lokal, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Afriansyah.

Kunjungan kerja itu merupakan bagian dari upaya Kemnaker memastikan penggunaan TKA berjalan sesuai ketentuan. Di saat yang sama, langkah tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia di kawasan industri strategis nasional.