Berita

Viral Video Petani Terbang di Tuban, Pemilik Drone Mengaku Hanya Konten Iseng

29
×

Viral Video Petani Terbang di Tuban, Pemilik Drone Mengaku Hanya Konten Iseng

Sebarkan artikel ini
kesaksian-pemilik-drone-angkut-petani-terbang-di-tuban
kesaksian pemilik drone angkut petani terbang di tuban

Surabaya – Jagat media sosial tengah diramaikan oleh video yang memperlihatkan seorang petani di Tuban, Jawa Timur, diangkut menggunakan pesawat nirawak atau drone saat hendak menuju lahan perkebunan. Tayangan yang diunggah melalui akun TikTok @mbahkaruhon tersebut sontak menarik perhatian publik.

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), yang merupakan pemilik akun sekaligus pemilik drone tersebut, memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa video yang beredar itu hanyalah konten iseng belaka.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (7/7), Budianto menegaskan bahwa mengangkut manusia bukanlah fungsi utama dari peralatan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa rekaman itu dibuat hanya untuk sekadar eksperimen dan hiburan semata.

Budianto menjelaskan, penggunaan drone sebenarnya ditujukan untuk mendukung efisiensi operasional pertanian di lapangan. Drone tersebut lazim digunakan untuk penyemprotan pestisida serta pupuk cair dari udara, terutama pada medan-medan yang sulit dijangkau.

Mengingat drone ini memiliki kapasitas angkut hingga 150 kilogram, ia sesekali memanfaatkannya untuk membawa sarana produksi pertanian.

Budianto menuturkan bahwa drone tersebut telah dimodifikasi khusus untuk fungsi angkut barang. Tandon air pada perangkat itu dilepas dan digantikan dengan tali tambang untuk mengikat pupuk atau bibit yang akan didistribusikan ke lahan.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi drone juga menjadi strategi untuk menarik minat tenaga kerja muda agar mau terjun ke sektor pertanian.

Menurutnya, banyak pekerja muda yang enggan mengangkut pupuk kandang secara manual meski telah ditawarkan upah tinggi. Dengan adanya teknologi drone, generasi muda cukup berperan sebagai operator tanpa harus bersentuhan langsung dengan kotoran ternak.

Budianto menyebut bahwa tugas menangani pupuk kandang nantinya diserahkan kepada petani senior yang sudah terbiasa. Sementara itu, kaum muda bisa lebih fokus pada bagian teknis dan pengoperasian drone.

Terkait aksi petani yang diterbangkan, Budianto kembali menekankan bahwa tindakan tersebut bukan bagian dari operasional rutin.

Ia menegaskan hal itu dilarang untuk dilakukan. Penggunaan nyata dari alat tersebut tetaplah untuk mendukung distribusi pupuk dan kebutuhan logistik pertanian lainnya.

Budianto mengakui bahwa aksi tersebut bermula dari rasa penasaran pribadinya untuk menguji kapasitas kekuatan drone miliknya.

Ia mencoba melihat apakah alat itu sanggup mengangkat beban manusia seberat 60 hingga 70 kilogram. Ia memastikan hanya sebagian kecil pekerja yang pernah diangkut untuk keperluan hiburan tersebut.

Ke depannya, Budianto memastikan fungsi drone akan tetap difokuskan pada tujuan awal pembeliannya.

Ia menyebut alat tersebut akan dioptimalkan untuk kebutuhan distribusi pupuk, bibit, hingga membantu pengangkutan hasil panen nantinya.

159abd505e68ba3fc381a6179a6d01f5.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Neymar lebih dulu mengakhiri perjalanan Brasil usai kalah dari Norwegia pada babak 16 besar Sehari kemudian, Cristiano Ronaldo menyusul setelah Portugal disingkirkan Spanyol Dua legenda sepak bola itu sama-sama menutup kisah Piala Dunia tanpa trofi juara TRIBUNNEWS.COM – Dua hari beruntun menghadirkan kisah pilu di Piala Dunia 2026 setelah Neymar dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal mengantar negaranya melangkah ke perempat…