Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) tancap gas menuju universitas berkelas dunia. UNP meresmikan Institut Konfusius dan Pusat Studi Tiongkok, Kamis (23/10).
Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi UNP di kancah global.
Rektor UNP, Krismadinata, menegaskan pendirian Institut Konfusius adalah momentum penting. UNP ingin menjadi universitas unggul yang berdampak global.
“Kita ingin UNP menjadi rumah pengetahuan yang melahirkan inovasi, pusat kebudayaan yang menumbuhkan nilai kemanusiaan, dan sumber inspirasi bagi bangsa,” ujarnya saat Dies Natalis ke-71 UNP.
Institut Konfusius bukan hanya tempat belajar bahasa Mandarin. Tapi juga simbol kerja sama budaya dan riset antarbangsa.
Konsul Jenderal Tiongkok untuk Medan, Huang He, menyatakan komitmen penuh Pemerintah Tiongkok dalam mendukung pengembangan pendidikan di UNP.
“Kami siap membuka jurusan Bahasa Mandarin dengan pengajar langsung dari Tiongkok. Kami optimistis, pada Agustus 2026 jumlah mahasiswa jurusan ini bisa mencapai lebih dari 1.000 orang,” ungkap Huang He.
Langkah UNP ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. LLDikti Wilayah X menyebutnya sebagai contoh inovasi perguruan tinggi dalam mengembangkan internasionalisasi pendidikan.
Staf Khusus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, juga memberikan pujian.
“Dengan adanya Institut Konfusius, UNP bisa mengepakkan sayap untuk go internasional,” jelasnya.
Peresmian ini merupakan buah kolaborasi erat antara UNP, Tianjin Foreign Studies University (TFSU), dan Pemerintah Tiongkok.
Acara peresmian dihadiri delegasi Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Atase Pendidikan Indonesia di Tiongkok, serta pimpinan TFSU.
Selain peresmian, ada penandatanganan nota kesepahaman antara TFSU dan Universitas Bung Hatta, serta penyerahan penghargaan kepada mitra strategis UNP.













