Berita

Trump Klaim Venezuela Akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS

109
×

Trump Klaim Venezuela Akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS

Sebarkan artikel ini
1ce522fd9a029d3915fae419c7083c64.jpg
1ce522fd9a029d3915fae419c7083c64.jpg

Padang – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim akan mengendalikan puluhan juta barel minyak Venezuela yang terkena sanksi. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk memastikan keuntungan dari penjualan minyak tersebut digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Trump menyebutkan bahwa antara 30 hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang tertahan akibat embargo akan dijual dengan harga pasar. Ia telah menginstruksikan menteri energinya saat itu, Chris Wright, untuk segera merealisasikan rencana ini.

Minyak tersebut rencananya akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibawa ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

Inisiatif ini muncul setelah janji Trump untuk merebut kembali cadangan minyak Venezuela dan menghidupkan kembali industri energi negara tersebut. Ia juga mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS siap menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun kembali infrastruktur Venezuela yang rusak.

Meski demikian, klaim Trump bahwa cadangan minyak Venezuela “dicuri” dari AS menuai kontroversi. Secara hukum internasional, Amerika Serikat tidak memiliki klaim kepemilikan atas minyak Venezuela.

Dalam konteks pasar global, potensi 50 juta barel per hari (bpd) dari Venezuela hanya akan memberikan tambahan pasokan yang relatif kecil. Konsumsi minyak dunia saat ini melebihi 100 juta barel per hari, sementara produksi AS sekitar 14 juta barel per hari.

Para analis menilai, untuk mengembalikan produksi minyak Venezuela ke masa kejayaannya pada era 1990-an yang mencapai lebih dari tiga juta barel per hari, dibutuhkan investasi besar-besaran dan waktu bertahun-tahun.

Rystad Energy, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Norwegia, memperkirakan sektor minyak Venezuela membutuhkan investasi modal sekitar US$ 110 miliar untuk kembali memproduksi sekitar dua juta barel per hari.

Beberapa pengamat pasar juga skeptis terhadap komitmen perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan investasi besar di negara tersebut, mengingat pengalaman mereka terkait penyitaan aset di bawah pemerintahan Chavez dan kelebihan pasokan minyak di pasar global.

Sebagai informasi, ExxonMobil dan ConocoPhillips masing-masing mendapatkan ganti rugi sebesar US$ 1,6 miliar dan US$ 8,7 miliar dalam arbitrase internasional setelah nasionalisasi ladang minyak swasta di negara itu oleh pemerintahan Chavez pada tahun 2007. Namun, pemerintah Venezuela belum melakukan pembayaran dalam kedua kasus tersebut.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di Venezuela, dengan produksi sekitar 150.000 barel per hari.