Jakarta – TNI-Polri bersama stakeholder terkait memastikan kesiapan Operasi Ketupat 2026. Hal ini dilakukan melalui apel gelar pasukan.
Apel berlangsung di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin apel tersebut.
Kemenhub memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang.
Angka ini turun 1,75 persen atau 2,5 juta orang dibandingkan 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Meski demikian, jajaran diminta mengantisipasi peningkatan pergerakan karena stimulus kebijakan pemerintah.
Kebijakan ini bertujuan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik.
Kapolri menginstruksikan antisipasi gangguan kamtibmas hingga potensi bencana hidrometerologi.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Kapolri, Kamis (12/3/2026).
“Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas,” lanjutnya.
Panglima TNI menekankan Operasi Ketupat adalah agenda nasional yang harus didukung dengan kesiapan matang.
Hal itu dilakukan melalui sinergisitas dengan kementerian/lembaga terkait.
Ia meminta personel TNI-Polri memahami tugas dan tanggung jawab, menjaga profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik.
“Dengan sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang baik, Operasi Ketupat tahun 2026 dapat dilaksanakan secara optimal,” ucapnya.
Apel dilanjutkan dengan pengecekan personel, sarana, dan prasarana.
Tema apel adalah “Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 Dalam Rangka Pelayanan Perayaan Idul Fitri 1447 H”.
Apel dihadiri Menko Polkam Djamari A. Chaniago, Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, hingga Forkopimda DKI Jakarta.













