Tangerang – Adaptasi gaya berkendara menjadi kunci utama bagi pengemudi pemula yang beralih ke mobil listrik. Torsi instan pada mobil listrik bisa menjadi tantangan sekaligus keunggulan.
Hal ini diungkapkan pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, di sela-sela perkenalan model terbaru Mini John Cooper Works oleh BMW Group Indonesia dan MINI Asia di GIIAS 2025, ICE BSD, Tangerang, Rabu (23/7/2025).
Yannes menjelaskan, perbedaan karakter antara mobil listrik dan konvensional menuntut penyesuaian dari pengemudi.
“Hal pertama yang perlu diingat adalah karakter torsi instan mobil listrik,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Mobil listrik memiliki torsi maksimum sejak awal, berbeda dengan mobil bensin yang membutuhkan transmisi untuk mencapai torsi puncak.
Akibatnya, sentuhan ringan pada pedal gas dapat membuat mobil melaju dengan cepat.
Tekanan berlebihan pada pedal gas berpotensi membuat mobil “melompat”.
Yannes menyarankan pengemudi untuk menghindari injakan pedal gas secara mendadak, terutama saat pertama kali mencoba mobil listrik.
Pada GIIAS 2025, BMW Group Indonesia dan MINI Asia memperkenalkan dua model Mini John Cooper Works bertenaga listrik, yaitu JCW Electric dan Mini JCW Aceman, serta tiga model bermesin bensin.
Tren peralihan ke mobil listrik terus meningkat seiring dengan kesadaran lingkungan dan perkembangan teknologi. Pengalaman berkendara mobil listrik menawarkan sensasi yang berbeda dan bisa jadi mengejutkan bagi pengemudi yang baru pertama kali mencobanya.







