Berita

Tim DVI Aktif Kumpulkan Sampel DNA Keluarga Korban ATR 42-500

115
×

Tim DVI Aktif Kumpulkan Sampel DNA Keluarga Korban ATR 42-500

Sebarkan artikel ini
keluarga-korban-pesawat-atr-42-500-jalani-tes-ante-mortem
keluarga korban pesawat atr 42 500 jalani tes ante mortem

Jakarta – Keluarga korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, mendatangi posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel.

Kedatangan mereka bertujuan untuk memberikan sampel DNA.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, mengatakan satu keluarga korban aktif memberikan keterangan dan sampel DNA.

“Hari ini ada satu orang yang secara aktif mendatangi posko DVI Biddokes dengan memberikan keterangan tentang hubungannya dengan bersangkutan (korban), termasuk diambil sampel DNA-nya,” ujarnya di Makassar, Minggu (19/1).

Pengambilan sampel DNA ini penting untuk memastikan kecocokan dengan korban jika jenazah ditemukan.

Proses identifikasi oleh tim DVI akan lebih mudah dengan adanya data DNA.

Haerul Gunawan, adik kandung korban Muhammad Farhan, menjadi salah satu anggota keluarga yang diambil sampelnya.

“Seandainya ditemukan jasad atau tubuh korban, maka akan segera dicocokkan dengan sampel diambil tersebut,” kata Kombes Haris.

Selain keluarga Muhammad Farhan, keluarga pramugari Esther Aprilita juga mendatangi Biddokes di Jawa Barat.

“Ada juga keluarga mendatangi Biddokes di Jawa Barat untuk diambil keterangan, termasuk diambil sampel yakni keluarga korban salah satunya yaitu Ester, pramugari,” tuturnya.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi untuk menghubungi keluarga korban lainnya.

Total ada 10 korban dalam kecelakaan pesawat tersebut.

“Masih ada delapan korban lainnya. Kami secara aktif mendatangi dan menghubungi keluarga korban untuk diambil sampelnya,” imbuhnya.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, sebelumnya menyatakan RS Bayangkara Biddokes Polda Sulsel menjadi lokasi identifikasi korban.

Personel dari DVI Mabes Polri juga telah didatangkan.

“Sampai saat ini keluarga korban sudah hadir untuk diperiksa atau dicek data ante mortem-nya. Ada satu orang yaitu adik kandung dari Co Pilot pesawat,” paparnya.

Pemeriksaan jemput bola juga dilakukan dengan berkoordinasi dengan Biddokes daerah lain.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di pegunungan Bulusaraung, perbatasan Maros-Pangkep, Sulsel, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan pesawat dan satu jenazah korban.