Ecozone

The Fed Isyaratkan Pangkas Suku Bunga, Pasar Bereaksi!

289
×

The Fed Isyaratkan Pangkas Suku Bunga, Pasar Bereaksi!

Sebarkan artikel ini
sinyal-kuat!-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-akhir-bulan-ini
sinyal kuat! the fed bakal pangkas suku bunga akhir bulan ini

Jakarta – Bank Sentral AS (The Fed) mengisyaratkan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir Juli 2025. Sinyal ini muncul di tengah pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan risiko pasar tenaga kerja.

Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, meyakini pemangkasan suku bunga diperlukan karena meningkatnya risiko ekonomi. Salah satu risiko tersebut adalah inflasi yang dipicu oleh tarif.

“Masuk akal untuk memangkas suku bunga kebijakan FOMC sebesar 25 basis poin dua minggu dari sekarang,” kata Waller dalam pertemuan Money Marketeers di New York University, seperti dikutip dari Channelnewsasia, Sabtu (19/7).

Waller menyoroti data aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja yang konsisten. Menurutnya, ekonomi akan tetap tumbuh meski momentumnya melambat.

Risiko terhadap mandat ketenagakerjaan (Komite Pasar Terbuka Federal) juga meningkat. “Dan hal ini membenarkan pemangkasan suku bunga,” ujarnya.

Waller menyebut semua bukti menunjukkan bahwa The Fed dapat melihat dampak tarif dan fokus pada isu-isu lain yang mempengaruhi ekonomi.

Pertemuan kebijakan The Fed berikutnya dijadwalkan pada 29-30 Juli 2025. Waller adalah salah satu dari dua pejabat The Fed yang berminat memangkas suku bunga bulan ini.

Pertimbangan utamanya adalah lonjakan pajak impor akan menjadi peristiwa satu kali yang dapat diatasi oleh para pembuat kebijakan.

Waller mengatakan, pelonggaran pada Juli dapat diikuti penurunan suku bunga lebih lanjut. The Fed dinilai tidak lagi membutuhkan kebijakan moneter yang dirancang untuk memperlambat ekonomi.

Ia mencatat target suku bunga The Fed saat ini jauh di atas 3%, yang dianggap sebagai level jangka panjang.

“Jika inflasi yang mendasari tetap terkendali dan ekspektasi kenaikan harga di masa depan tetap terkendali di tengah pertumbuhan yang lambat, saya akan mendukung pemotongan 25 basis poin lebih lanjut untuk menggerakkan kebijakan moneter ke arah netral,” katanya.

Tingkat suku bunga netral dianggap tidak kontraktif maupun ekspansif. Terakhir kali The Fed memangkas suku bunga adalah pada Desember 2024, sebesar 25 basis poin.

Waller memperingatkan, tidak ada pelonggaran bulan ini dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Jika kami memangkas kisaran target kami pada bulan Juli dan data ketenagakerjaan dan inflasi selanjutnya menunjukkan penurunan yang lebih sedikit, kami akan memiliki opsi untuk mempertahankan kebijakan stabil untuk satu atau lebih pertemuan,” jelasnya.

Namun, jika pelemahan ekonomi semakin cepat, menunggu hingga September atau bahkan akhir tahun akan berisiko membuat AS tertinggal.

Kebijakan The Fed tidak berada dalam jalur yang telah ditetapkan sebelumnya. Keputusan mengenai tingkat suku bunga akan dibuat dari pertemuan ke pertemuan.

Sebagian besar pejabat bank sentral mengisyaratkan tidak tertarik mengubah target suku bunga 4,25%-4,5% saat ini.

Alasannya, inflasi masih di atas target, ekonomi berjalan baik, dan belum jelas seberapa besar tekanan kenaikan harga yang akan diciptakan oleh tarif perdagangan Presiden Donald Trump.

Waller menekankan ketertarikannya menurunkan suku bunga tidak bersifat politis. Ia juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan dirinya menjadi ketua The Fed menggantikan Jerome Powell.

Waller menjawab tidak ada pihak dari pemerintahan Trump yang mendekatinya untuk posisi tersebut.

Dalam sambutannya, Waller mencatat data yang menunjukkan pasar kerja yang berada di ujung tanduk masalah.

Ia juga mengatakan bahwa jika tarif 10% dipertahankan, itu hanya akan menambah 0,75%-1% pada inflasi.

Waller menambahkan, biaya untuk membayar lonjakan pajak impor Trump akan terbagi. Konsumen akan membayar sepertiga dari kenaikan tersebut, dan sisanya akan dibagi antara produsen barang asing dan importir produk tersebut.