Jakarta – TelkomGroup bergerak cepat memulihkan jaringan telekomunikasi di Aceh pasca-banjir dan longsor yang melanda. Perusahaan telekomunikasi ini menargetkan 75% base transceiver station (BTS) di Aceh kembali aktif dalam waktu dekat.
Prioritas utama saat ini adalah mengaktifkan kembali BTS yang mengalami gangguan akibat bencana.
Direktur Network PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Nanang Hendarno, menegaskan komitmen perusahaan untuk mempercepat pemulihan jaringan.
“Kami memfokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat pemulihan BTS di Aceh,” ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).
TelkomGroup telah berhasil mengaktifkan kembali kantor Sentral Telepon Otomat (STO) Telkom di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Nanang, sekitar 90% BTS milik TelkomGroup di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah kembali beroperasi.
Namun, fokus utama saat ini tertuju pada Aceh, di mana tingkat pemulihan BTS baru mencapai sekitar 50%.
Saat meninjau Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Nanang melihat langsung kondisi kantor STO Telkom yang memerlukan banyak perbaikan akibat genangan lumpur.
“Kami mencoba memulihkan layanan kepada pelanggan lebih dahulu. Ini menjadi prioritas utama Telkom,” tegasnya.
Di Kota Langsa, masyarakat memanfaatkan layanan internet dan pengisian daya gratis yang disediakan TelkomGroup di sejumlah titik access point (AP).
TelkomGroup berjanji akan menambah posko layanan internet dan pengisian daya gratis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan infrastruktur.
Percepatan pemulihan layanan TelkomGroup akan difokuskan di wilayah Aceh, dengan strategi pembangunan umbrella coverage yang mencakup satu kota atau kabupaten secara menyeluruh.
Selain pemulihan jaringan, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan medis dan obat-obatan ke RS Adam Malik dan wilayah Aceh Tamiang.







