Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp21,9 triliun. Jumlah tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah yang dibagikan perseroan.
Dari total dividen itu, Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih perseroan pada 2025. Adapun sekitar Rp4,2 triliun lainnya diambil dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut pembagian dividen tahun ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Pernyataan itu disampaikan dalam acara CNN Indonesia Business, Kamis (18/6).
Dian menilai capaian tersebut menunjukkan Telkom mampu mengelola arus kas dengan baik dan solid. Menurut dia, kemampuan perusahaan membagikan dividen sangat ditentukan oleh daya perusahaan dalam mengumpulkan uang.
Ia menambahkan, kebijakan itu juga mencerminkan komitmen Telkom untuk memberikan total shareholder return yang lebih baik dan stabil kepada para pemegang saham.
Dengan begitu, perseroan diyakini dapat memperoleh kepercayaan yang lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya.
Ke depan, Telkom memastikan kebijakan dividen akan tetap dijaga secara prudent. Dian mengatakan, perusahaan perlu menyeimbangkan antara memberikan return atau value yang optimal kepada pemegang saham dan memenuhi kebutuhan korporasi, terutama untuk investasi.
Melansir laman resmi Telkom, pembayaran dividen akan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni 2026.
Selain dividen, RUPST juga menyetujui program buyback saham Perseroan dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, selama 12 bulan sejak persetujuan RUPST, yakni mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Perseroan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Selain itu, buyback juga dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham Telkom di tengah dinamika pasar.







