Solok Kota – Pemerintah Kota Solok meluncurkan kegiatan gotong royong (Goro) bersama masyarakat. Kegiatan ini sebagai upaya penguatan kebijakan lingkungan dan pencegahan banjir.

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, meresmikan kegiatan ini pada Minggu (25/1) pagi. Peluncuran dilakukan saat Car Free Day (CFD) Tematik.

Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan ASN dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sekaligus mengurangi risiko banjir.

Fokus kegiatan meliputi pembersihan drainase, pengelolaan sampah rumah tangga, dan peningkatan tutupan vegetasi. Ini sebagai langkah preventif menghadapi musim hujan.

Wali Kota Solok menegaskan bahwa masalah banjir tidak bisa hanya diatasi dengan pembangunan fisik. Perlu perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat.

“Melalui gotong royong, kita ingin memastikan saluran drainase berfungsi baik, sampah tidak menyumbat, dan lingkungan memiliki vegetasi yang cukup,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong rutin akan membersihkan parit dan selokan, mengangkat sedimen dan sampah, serta menata lingkungan. Penanaman pohon pelindung juga menjadi bagian penting.

Kepala Dinas PerkimLH, Hanif, menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan kebijakan pengelolaan lingkungan daerah. Terutama dalam pengurangan sampah dan pemeliharaan infrastruktur.

Dinas PerkimLH menyerahkan bibit pohon mahoni secara simbolis kepada dua kecamatan dan 13 kelurahan. Ini sebagai simbol dimulainya gotong royong rutin.

Pelaksanaan gotong royong perdana direncanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, di 13 titik kelurahan. Lokasi akan ditentukan oleh masing-masing kelurahan.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *