Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menegaskan perlunya menjaga keberlangsungan industri padat karya karena sektor ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian nasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah industri hasil tembakau.
Dalam kunjungan ke salah satu pabrik rokok, DPR melihat langsung proses produksi yang melibatkan hampir 1.000 karyawan. Kondisi itu dinilai menunjukkan bahwa industri padat karya masih menjadi penopang lapangan kerja, terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
DPR menilai pemerintah perlu memberi dukungan kepada industri yang patuh terhadap aturan agar tetap bertahan dan berkembang. Selain menyerap tenaga kerja, industri hasil tembakau juga disebut berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui pajak dan cukai.
“Ketika kemudian ada semangat ingin membangun bangsa dari industri padat karya yang juga memberikan sumbangan terhadap fiskal negara, negara juga harus bisa menjaganya dari sisi-sisi lain,” kata Herman Khaeron dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.
DPR juga menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal yang dinilai merugikan negara dan mengganggu industri legal. Pemerintah diminta memperkuat penegakan hukum agar industri yang telah memenuhi regulasi mendapatkan perlindungan.
Berdasarkan data kuartal I-2026, industri pengolahan masih menjadi salah satu sektor terbesar penyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional dengan kontribusi 19,07 persen. Namun, subsektor pengolahan tembakau masih mengalami kontraksi sebesar 4,05 persen secara tahunan.













