Berita

Senyap dan Mematikan, Sniper Paspampres Asah Kemampuan Tembak Runduk dalam Situasi Genting

80
×

Senyap dan Mematikan, Sniper Paspampres Asah Kemampuan Tembak Runduk dalam Situasi Genting

Sebarkan artikel ini
senyap-dan-mematikan,-sniper-paspampres-asah-kemampuan-tembak-runduk-dalam-situasi-genting
senyap dan mematikan, sniper paspampres asah kemampuan tembak runduk dalam situasi genting

Bogor – Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggelar latihan menembak runduk untuk meningkatkan kemampuan pengamanan jarak jauh terhadap Presiden dan tamu negara penting. Latihan ini berlangsung selama dua hari, Kamis (25/10) hingga Jumat (26/10), di Markas Latihan Detasemen Paspampres, Bogor, Jawa Barat.

Komandan Paspampres, Mayor Jenderal Edwin Adrian Sumantha, menyatakan latihan ini penting untuk melatih kecepatan dan ketepatan pasukan dalam menghadapi situasi genting.

“Latihan ini menekankan pentingnya akurasi, ketajaman insting, kesigapan dalam pengambilan keputusan, serta kecepatan dan ketenangan dalam menghadapi ancaman,” ujar Edwin, Minggu (28/9/2025).

Berbagai skenario latihan diberikan, termasuk observasi titik rawan, pemantauan lokasi berpotensi bahaya, dan menembak dengan jarak 100 meter dalam berbagai posisi.

“Kita juga menggelar latihan menembak lintas atas dari berbagai ketinggian dan radius jauh tembakan,” imbuh Edwin.

Menurut Edwin, latihan ini adalah wujud komitmen Paspampres dalam memberikan pengamanan utuh terhadap pimpinan negara, baik dari ancaman jarak dekat maupun ancaman tersembunyi dari kejauhan.Bogor – Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggelar latihan menembak runduk untuk meningkatkan kemampuan pengamanan jarak jauh terhadap Presiden dan tamu negara penting. Latihan ini berlangsung selama dua hari, Kamis (25/10) hingga Jumat (26/10), di Markas Latihan Detasemen Paspampres, Bogor, Jawa Barat.

Komandan Paspampres Mayor Jenderal Edwin Adrian Sumantha menyatakan latihan ini penting untuk melatih kecepatan dan ketepatan pasukan dalam menghadapi situasi genting.

“Latihan ini menekankan pentingnya akurasi, ketajaman insting, kesigapan dalam pengambilan keputusan, serta kecepatan dan ketenangan dalam menghadapi ancaman,” ujar Edwin, Minggu (28/9/2025).

Berbagai skenario latihan diberikan, termasuk observasi titik rawan, pemantauan lokasi berpotensi bahaya, dan menembak dengan jarak 100 meter dalam berbagai posisi.

“Kita juga menggelar latihan menembak lintas atas dari berbagai ketinggian dan radius jauh tembakan,” imbuh Edwin.

Menurut Edwin, latihan ini adalah wujud komitmen Paspampres dalam memberikan pengamanan utuh terhadap pimpinan negara, baik dari ancaman jarak dekat maupun jauh.