BeritaHukum dan KriminalPeristiwaPolitik

Sahroni Desak Polri Tindak Tegas Penyerang Anggota Saat Penggerebekan Narkoba

12
×

Sahroni Desak Polri Tindak Tegas Penyerang Anggota Saat Penggerebekan Narkoba

Sebarkan artikel ini
sahroni-minta-tindak-tegas-penyerangan-saat-gerebek-narkoba-di-kalteng
sahroni minta tindak tegas penyerangan saat gerebek narkoba di kalteng

Jakarta – Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur dalam tugas saat melakukan penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Insiden tragis yang terjadi pada Rabu (1/7) malam tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, memaparkan bahwa peristiwa itu bermula ketika pihak kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai peredaran sabu di lokasi tersebut. Penyelidikan kepolisian mengarah pada seorang residivis narkotika berinisial BIO yang menjadi target utama operasi.

Sebanyak 12 personel Polri dikerahkan dalam penindakan ini dengan pembagian dua tim. Tim pertama melakukan penindakan langsung ke rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai pendukung.

Eko menjelaskan, saat proses penangkapan berjalan, target sempat berhasil diamankan. Namun, situasi mendadak berubah ketika penghuni rumah dan sejumlah warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kondisi di lapangan semakin tidak terkendali seiring bertambahnya massa yang melakukan penyerangan dengan senjata tajam serta senjata api rakitan. Anggota kepolisian pun berupaya menyelamatkan diri dengan meminta bantuan penebalan personel.

Untuk menghindari amukan massa, beberapa anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung ke kawasan hutan. Eko menuturkan bahwa Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

“Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” pungkasnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak pihak kepolisian agar menindak tegas para pelaku penyerangan. Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan terhadap aparat penegak hukum tidak boleh dibiarkan karena berisiko melemahkan wibawa hukum dan membahayakan keselamatan petugas di lapangan.

“Sikapi dengan tegas hal demikian enggak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan lemah penegakan hukum dan berbahaya,” kata Sahroni saat dihubungi, Jumat (3/7).

Sahroni menambahkan, Polri perlu meningkatkan kewaspadaan serta mematangkan persiapan dalam setiap operasi di lapangan. Ia meyakini aparat memiliki kemampuan melakukan pemberantasan narkoba secara lebih taktis agar tidak berujung pada bentrokan dengan warga.

“Polisi jangan lengah atas penggerebekan yang biasa dilakukan, jaga bener kondisi sesuai lapangan dan persiapkan dengan matang. Saya yakin Polri bisa lakukan dengan cara yang lebih bagus tanpa harus berperang berlawanan sama warga,” ujarnya.