Jakarta – Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (10/10/2025). Kekhawatiran pasar terhadap potensi shutdown pemerintah Amerika Serikat menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp16.570 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 2 poin atau 0,01 persen.
Bank Indonesia (BI) melalui data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat pelemahan rupiah ke level Rp16.585 per dolar AS.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyebut ketidakpastian ekonomi AS sebagai sumber sentimen negatif.
“Penutupan pemerintah AS masih berlangsung,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.
Risalah The Fed, lanjutnya, mengindikasikan dukungan terhadap pasar tenaga kerja yang melemah.
Federal Open Market Committee (FOMC) mengisyaratkan mayoritas pejabat The Fed mendukung pemangkasan suku bunga pada akhir 2025.
Meski demikian, beberapa anggota FOMC memperingatkan agar tidak terburu-buru. Tekanan inflasi masih menjadi perhatian.
Shutdown pemerintah AS juga menunda rilis data ekonomi penting, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP).
“Kurangnya visibilitas kondisi ekonomi AS mempersulit proyeksi kebijakan The Fed,” jelas Ibrahim. Kondisi ini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga.
CME FedWatch memproyeksikan peluang penurunan suku bunga hampir 100 persen pada Oktober. Pemangkasan lanjutan diperkirakan terjadi pada Desember.
Prospek ini berpotensi menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai dolar AS.







