Jakarta – Rupiah kembali melemah pada pengujung April 2026 hingga menembus level Rp 17.300-an per dolar AS. Pada awal Mei 2026, mata uang Garuda diperkirakan masih tertekan dan berpotensi menuju Rp 17.500 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, dalam sepekan ke depan rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.300 hingga Rp 17.550 per dolar AS.
“Untuk sepekan ke depan, rupiah (diprediksi) range-nya Rp 17.300-Rp 17.550 per dolar AS,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Ahad (3/5/2026).
Pada perdagangan akhir pekan ini, rupiah ditutup di level Rp 17.353 per dolar AS. Ibrahim menilai, pada awal pekan depan, Senin (4/5/2026), rupiah masih berpotensi melemah di rentang Rp 17.350-Rp 17.400 per dolar AS.
Rupiah juga tercatat terkoreksi cukup dalam dibandingkan posisi awal tahun. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, pada 2 Januari 2026 rupiah masih berada di level Rp 16.680 per dolar AS.
Ibrahim menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal maupun internal. Faktor utama berasal dari dinamika perang di Timur Tengah.
Dari sisi eksternal, perang antara Iran dan AS-Israel disebut turut membebani pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan bersiap melakukan blokade angkatan laut berkepanjangan terhadap Iran.
Kekhawatiran atas skenario itu diperparah oleh laporan bahwa sejumlah eksekutif minyak AS terkemuka bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas langkah membatasi dampak konflik.
“Blokade angkatan laut yang berkepanjangan kemungkinan akan membuat Iran terus memblokir Selat Hormuz sebagai pembalasan. Blokade yang berkepanjangan di jalur pelayaran tersebut menunjukkan gangguan pasokan minyak global yang lebih besar,” kata Ibrahim.
Ia menambahkan, lalu lintas kapal melalui Hormuz telah melambat sejak Iran memblokir jalur tersebut pada akhir Februari. Kondisi itu mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Namun, sebuah laporan pada Rabu menunjukkan Trump mencari bantuan dari negara lain untuk membentuk koalisi internasional baru guna membuka kembali jalur air tersebut.
Trump juga dikabarkan telah berulang kali meminta negara lain membantu membuka kembali Hormuz, meski sekutu utama AS sebagian besar menolak. Ia bahkan mengecam anggota NATO karena tidak membantu AS dan Israel secara militer selama konflik itu.
“Perundingan antara AS dan Iran sebagian besar gagal di tengah ketidaksepakatan mengenai aktivitas nuklir Iran. Meskipun Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, kedua pihak sebagian besar menolak upaya apa pun untuk menengahi pembicaraan,” ujarnya.
Selain faktor tersebut, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve di tengah dinamika politik Amerika Serikat juga membayangi pergerakan rupiah yang fluktuatif.
Jerome Powell diketahui mengucapkan selamat kepada Kevin Warsh karena telah melewati tahap pertama menuju penggantinya sebagai Ketua The Fed. Powell mengatakan, ia akan tetap menjabat sebagai gubernur sampai tekanan politik mereda, seraya menambahkan bahwa “independensi Fed berada dalam risiko.”







